DPR Sebut Pengumuman Kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru Terlalu Jauh

0
165

Jakarta, Nawacita – Pengumuman nama kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota baru, yang akan memimpin proses pemindahan dan pembangunan ibu kota baru di Penajam Passer Utara-Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), dinilai masih terlalu jauh.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati. Pasalnya menurut dia, proses pemindahan ibu kota dari Provinsi DKI Jakarta tersebut hingga saat ini masih dalam bentuk kajian dan perlu pendalaman yang matang di parlemen.

“Itu kan masih jauh ya, karena proses pemindahannya kan masih kita dalami terus,” kata Anis saat ditemui oleh wartawan di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Ketimbang membahas nama para kandidat tersebut, pihak DPR RI katanya lebih ingin fokus mengkaji besaran anggaran pemindahan ibu kota. Berkaitan dengan ini, Anis sendiri telah memberikan catatan khusus dalam setiap rapat dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Karena anggaran untuk pemindahan ibu kota selain Rp466 triliun, Rp90 triliunnya dicover dari APBN, itu kita belum clear di situ ya,” ujar wanita yang juga merupakan Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI ini.

Untuk itu, Anis mengingatkan kepada seluruh pihak untuk membereskan kajian proses pemindahan ibu kota berikut anggarannya. Setelah itu, baru bisa berbicara tentang nama kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota baru.

“Ini dulu beresin, enggak usah ngomong kepala badan otorita ibu kota baru, saya pikir sih masih terlalu jauh karena kita belum clear bagaimana pemindahan ibu kota termasuk anggarannya,” tegas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa ada empat nama calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru. Dan katanya, keputusan penentuan siapa nama yang bakal dipilih, akan diambil dalam pekan ini.

“Untuk Badan Otorita Ibu Kota Negara, ini memang kami akan segara tandatangani Perpres di mana nanti ada CEO-nya. Sampai sekarang belum diputuskan. Akan diputuskan dalam minggu ini,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Jokowi kemudian menyebut empat nama calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota. Salah satunya mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Selain itu, ada juga Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana.

“Kandidat memang banyak. Satu, Pak Bambang Brodjonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tumiyana, empat Pak Azwar Anas,” ujar dia.

RSA

LEAVE A REPLY