Ada yang Lebih Penting, Ketimbang Bayar Utang Jiwasraya Pakai PMN

0
270

Jakarta, Nawacita – Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati mempertanyakan wacana pemerintah khususnya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang akan membayar tunggakan nasabah Jiwasraya dengan menggunakan suntikan modal negara.

Menurut dia, ada hal yang lebih penting lagi ketimbang mengeluarkan uang negara dengan menggunakan PMN (Penyertaan Modal Negara) untuk membayar tunggakan Jiwasraya kepada nasabah, dengan nilai maksimal 15 triliun rupiah.

“Memang kewajiban Kementerian BUMN memikirkan bagaimana bisa mengcover. Tapi, kalau diambil dari modal negara itu, rasa-rasanya rakyat Indonesia tidak akan rela dipakai itu,” kata Anis kepada wartawan di Senayan, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Dia pun menjelaskan, diatas kepentingan pembayaran tunggakan Jiwasraya, masih ada kebutuhan penting lagi untuk dibayarkan. Anis mencontohkan, untuk menutupi defisit BPJS Kesehatan yang totalnya hampir 3,9 triliun rupiah saja masih susah.

“Disaat beban negara sedang tinggi, defisit BPJS, meskipun defisit ini untuk mengcover masyarakat yang sakit. Nah, jiwasraya ini masuk dalam kebutuhan apa? Masak iya uang pajak kita dapat dari berbagai cara harus dibuat menutupi utangnya Jiwasraya,” ujarnya.

Meskipun baru sebatas wacana dan harus mendapatkan persetujuan dari DPR RI, tapi Anis berpesan jikalau itu adalah kebutuhan mendesak, harus dilihat terlebih dahulu apakah ini masuk ke dalam kebutuhan primer atau sekunder.

“Jadi baru wacana dan itu harus ada persetujuan DPR. Tapi tolong dilihat, karena ini menyangkut uang rakyat, harusnya pemerintah minta izin sama rakyat karena uangnya dibuat talangin tunggakan Jiwasraya,” tutur politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Sebelumnya, beredar kabar ada beberapa opsi yang muncul dalam menyelamatkan Jiwasraya, yakni skema bail in yang akan dilakukan rencananya lewat suntikan modal negara (Penyertaan Modal Negara/PMN) dengan nilai maksimal Rp 15 triliun.

Namun PMN ini sepertinya baru akan dilakukan 2021 karena belum dianggarkan pada tahun ini. Menunggu proses PMN keluar, Jiwasraya hingga akhir tahun akan melakukan negosiasi pembayaran polis khususnya untuk nasabah produk saving plan.

RSA

LEAVE A REPLY