Berikut Tips Agar Tidak Mudah Marah

0
255
Ilustrasi.
Ilustrasi.

SURABAYA, NawacitaSALAH satu sifat buruk yang terdapat dalam diri manusia adalah marah. Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, sifat marah bagaikan bara api yang keluar dari jiwa manusia.

Ia juga mengatakan marah adalah emosi yang tak terkontrol. “Sehingga kadang tidak mengindahkan akal sehat dan merugikan bagi dirinya atau orang lain,” ujar Ainul kepada wartawan, Rabu (19/2/2020). Lalu bagaimana caranya agar tidak mudah marah? Untuk sahabat Muslim, Ainul membagikan empat tips agar tidak gampang marah.

Baca Juga: Terbukti Bermanfaat, 9 Kebiasaan Nabi Muhammad SAW

Pertama, pasrah kepada Allah SWT dengan membaca taawudz dan segera berwudhu untuk mendinginkan hati. Rasulullah SAW bersabda:

إِني لأعلمُ كَلِمَةً لَوْ قالَهَا لذهبَ عنهُ ما يجدُ، لَوْ قالَ: أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ، ذهب عَنْهُ ما يَجدُ

Artinya: “Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’udzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, hindari perdebatan ketika suasana sedang memanas atau sesuatu yang akan memicu amarah. Hal ini juga dijelaskan di dalam salah satu riwayat hadist, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

Artinya: “Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad).

Ketiga, ketika sedang emosi atau menghadapi orang marah maka duduklah. Ketika duduk bicara bersama, mencari solusi bersama. “Duduk dan ngobrol sambil minum teh, minum kopi, dan saat itu bicara baik-baik,” ucapnya.

Seperti riwayat hadist berikut ini:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ

Artinya: “Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.” (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782).

Keempat, ingatlah bahwa kebaikan kita menahan amarah adalah ibadah dan berpahala besar, katanya. Allah berfirman:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134).

Selain itu, jika seseorang mampu menahan amarahnya dan tetap bersabar maka Allah akan menjanjikan hadiah yang luar biasa, seperti dijelaskan di dalam riwayat hadist berikut ini:

مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قادرٌ على أنْ يُنفذهُ دعاهُ اللَّهُ سبحانهُ وتعالى على رءوس الخَلائِقِ يَوْمَ القيامةِ حتَّى يُخيرهُ مِنَ الحورِ العين ما شاءَ

Artinya: “Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki” (HR. Abu Daud).

oknws.

LEAVE A REPLY