Raperda Retribusi Gedung Balai Pemuda Masih Harus Menunggu

0
214

Surabaya, Nawacita – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait retribusi Balai Pemuda belum menemui titik terang. Sebab tempat tersebut masih dikeluhkan Dewan Kesenian Surabaya (DKS).

Sekretaris DKS Luhur, menyayangkan atas Raperda retribusi pemakaian gedung Balai Pemuda yang kurang memperhatikan para seniman. Sebab menurutnya Raperda tersebut hanya mengatur retribusi yang sifatnya acara saja.

“Pada dasarnya kita mendukung atas perubahan retribusi itu. Sayangnya hanya mengatur even saja. Padahal setiap hari tidak hanya even melainkan kegiatan berproses pertumbuhan masyarakat lewat kesenian. Justru itu yang tidak terakomodir oleh pemerintah,” jelasnya.

Luhur melanjutkan dari dulu DKS tidak pernah keberatan soal Raperda retribusi itu. Hanya saja harus melihat formula formatnya juga. Sebab tidak bisa satu penetapan salah satu kesenian saja. Apalagi kelompok kesenian bersifat apresiatif secara finansial belum mapan.

“Itu yang harus diperhatikan oleh pemkot, meskipun di dalam ketetapan-ketetapan retribusi itu harus ada ukurunnya. Kami usul harus ada kurator untuk melihat persoalan-persoalan itu lebih detail,” paparnya.

Di satu sisi, Agung selaku Sekretaris Dinas Pariwisata mengatakan perubahan retribusi hanya di fasilitas balai budaya saja. Sedangkan fasilitas lain di Balai Pemuda masih tetap memakai Raperda retribusi komersial dan non komersial yang lama.

“Untuk komersial di balai budaya seharga Rp 25 juta. Sedangkan untuk nonkomersial Rp 12 juta,” terangnya.

Sedangkan Mahfudz komisi B DPRD Surabaya sekaligus ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda ini mengatakan masih menunggu keputusan dari DKS. Sebab DKS dianggap yang lebih paham mengenai keinginan warga seniman Surabaya.

“Intinya kami kasih waktu hingga pekan depan. Apakah perubahan retribusi tersebut di setujui atau memberatkan DKS. Jika memberatkan kita ajak dinas pariwisata untuk mencarikan solusi tersebut. Jadi sementara kita tunggu saja jawaban dari DKS,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY