Machfud Arifin Sebut Musyafak Potensial Menjadi Wakilnya

0
288

Surabaya, Nawacita– Pada acara yang digelar di DPC PKB pada Sabtu (8/2), Machfud Arifin menyebut Musyafak Ro’uf sebagai calon potensial mendampingi dirinya di Pemilihan Walikota (Pilwali) mendatang.

Hal ini dikatakan Machfud Arifin sebab Musyafak dianggap memiliki basis masa yang besar. Selain itu ketua DPC PKB tersebut adalah salahsatu orang yang mendorong Machfud Arifin untuk maju dalam kontestasi Pilwali Surabaya.

“Pak Musyafak itu potensial. Ketua DPC PKB masa engga potensial,” ujarnya.

Laki-laki yang akrab disapa Cak Machfud Arifin ini mengatakan bahwa kriteria pendampingnya tidak terlalu berat. Asalkan bisa menambah perolehan suara lalu bisa saling membantu saat menjabat nantinya.

“Pokoknya engga nyerimpeti (mengganggu, red) dan mau saling bahu membahu dalam membangun Surabaya,” ujarnya.

Cak Machfud Arifin juga menambahkan menarget perolehan suara sebanyak mungkin. Apabila jumlah daftar pemilih tetap ada 2 juta, maka Ia menargetkan 1,5 juta.

“kalau target ya sebanyak mungkin. 1,5 juta atau 1,2 juta suara lah,” ujarnya.

Di satu sisi, Musyafak Ro’uf mengatakan pemilihan pendamping Machfud Arifin diserahkan sepenuhnya kepada Machfud Arifin sendiri. Sebab nantinya setiap partai koalisi akan mengusulkan calon pendamping. Namun Machfud Arifin sendiri yang bakal menentukan.

“Nanti setiap partai koalisi mengusulkan, namun pak Machfud sendiri yang menentukan,” terangnya.

Ketua DPC PKB Surabaya ini mengatakan partainya sendiri berencana mengusulkan dua nama. Satu dari kader, sedangkan satunya lagi dari profesional. Nantinya kedua calon tersebut akan diusulkan ke Machfud Arifin.

Ditanya soal siapa calonnya tersebut, Musyafak enggan untuk menyebutkan. Sebab masih belum waktunya untuk disebutkan. Sedangkan terkait Mujiaman direktur PDAM Surabaya, Ia mengatakan semua bisa menjadi calon. Ia mencontohkan seperti Laila Mufida juga cocok, apalagi suara saat pemilihan cukup besar. Selain itu juga menduduki wakil ketua DPRD Surabaya.

“Terkait calon, kita usulkan dua. Satu kader, satu profesional. Tapi ndak bisa saya sebutkan dulu. Pak Mujiaman, Bu Laila kan alternatif calon,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY