Ibas Minta Pemanfaatan KUR Dimaksimalkan di Daerah

0
165

Jakarta, Nawacita – Anggota Komisi VI DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) meminta kepada masyarakat luas di Indonesia, terutama di daerah-daerah, agar dapat memaksimalkan pemanfaatan kredit usaha rakyat (KUR) dengan sebesar-besarnya dan sebaik-baiknya.

Ibas menekankan bahwa program KUR yang diinisiasi pada zaman Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, ke depan harus memperluas cakupan usaha-usaha yang berada di tanah air untuk mengurangi angka pengangguran secara merata di Indonesia.

“Itulah mengapa KUR dimunculkan di Indonesia, dan saya melihat perkembangan selama 13 tahun ini, jangkauan sudah merata. Bahkan ada sekitar 60 persen KUR dikelola oleh kaum perempuan,” kata Ibas dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (9/2/2020).

Politikus Partai Demokrat ini menegaskan, bila KUR bisa dikelola maksimal, maka itu bisa jadi salah satu solusi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Misalnya, dengan mengutamakan produk-produk unggulan, seperti one vilage one product Mitra Sehat UMKM di Pacitan.

Dia lantas memberikan apresiasinya kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang telah berhasil menjalankan kebijakan KUR. Sebab, KUR katanya merupakan salah satu produk kebanggan bangsa yang telah diinisiasi sejak tahun 2007, atau telah berjalan 13 tahun.

“Saya senang KUR ini kebanggaan bangsa kita. Tentu banyak tantangan dan juga tidak sedikit peluang yang kita dapatkan. KUR bukan hanya sebatas uang, namun merupakan upaya untuk menyelesaikan masalah ekonomi, yaitu mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.

Ibas yang juga merupakan Pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini berharap pelaksanan KUR ke depan menjadi lebih baik, dan bisa bekerjasama dengan BUMN untuk pengembangan sejumlah industri-industri lokal, agar UMKM lebih berkembang.

“Jangan sampai terjadi Crowding-out Effect yang biasanya terjadi karena banyak pemilik dana yang memilih SBN. Sehingga pasar kredit kehabisan dana yang pernah kejadian tahun 2014 di Indonesia. Jangan ada rekayasa ataupun manipulasi data,” tegasnya.

RSA

LEAVE A REPLY