Ketua Kartar Surabaya Ingin Walikota Seperti Risma Lagi

0
357
Fuad Benardi ketua kartar Surabaya

Surabaya, Nawacita Tahun ini merupakan waktu terakhir Tri Rismaharini menjabat. Walikota Surabaya tersebut bersiap meletakan jabatannya. Karena sudah terpilih dua kali dalam pemilihan walikota (Pilwali). Lantas bagaimana pandangan Fuad Benardi, Anak kandung Walikota Surabaya Tri Rismaharini, terkait masa depan Kota Surabaya?

Fuad Benardi yang juga ketua Karang Taruna Surabaya tersebut mengapresiasi segala pencapaian yang telah dicapai Tri Rismaharini. Ia mengatakan bahwa Bu Risma sapaan akrab Tri Rismaharini telah memberikan banyak inovasi. Sehingga Surabaya menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

“Selama ini ibu itu memikirkan rakyatnya,” ungkapnya saat dihubungi lewat sambungan telepon.

Laki-laki yang akrab disapa Fuad ini berharap agar pengganti Risma bisa jauh lebih baik lagi dalam membangun kota. Ia mengharapkan minimal memiliki kemampuan kerja yang sama dengan Risma.

“Kalau Saya sendiri pribadi mengharapkan walikota itu seperti ibu (Risma,red). kinerjanya minimal sama atau bahkan lebih baik,” akunya.

Walaupun demikian, Fuad merasa masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan oleh Walikota selanjutnya. Ia mencontohkan perihal gengster yang masih marak belakangan ini. Serta pembangunan ekonomi dan pelayanan yang harus terus ditingkatkan.

“Selama ini masih ada PR diselesaikan oleh penerusnya juga ibu pun manusia biasa tidak bisa sempurna,” katanya.

Fuad melanjutkan bahwa saat Pilwali nanti, Kartar Surabaya netral. Dalam artian secara organisasi tidak mendukung siapapun. Namun Ia tidak membatasi anggotanya ketika memiliki pilihan politiknya masing-masing.

“Karang taruna netral. Tapi tiap anggota kan punya pilihannya masing-masing,” lanjutnya.

Ditanya terkait Partai, menurutnya partai-partai yang ada di Surabaya sangat berpengaruh. Ia beranggapan bahwa partai memiliki basis masa yang cukup besar. Terutama PDIP. Menurutnya partai babteng tersebut memiliki basis pengkaderan sampai ketingkatan RT maupun RW.

“Partai berpengaruh, karena partai sudah punya basis masa politik. Karena kan demokrasi kita seperti itu. Saya tahunya PDIP sih, sudah sampai bawah. Kalau yang lain saya kurang tahu,” pungkasnya.

and

LEAVE A REPLY