Lima Destinasi Super Prioritas Ini Dipromosikan di Turki

0
216

Jakarta, Nawacita – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mempromosikan lima destinasi super prioritas dalam East Mediterranean International Tourism & Travel (EMITT) 2020 di Istambul, Turki, pada 30 Januari-2 Februari 2020.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenparekraf, Nia Niscaya mengatakan pihaknya melakukan branding pariwisata untuk lima destinasi super prioritas dan berharap mendapat aliran potensi transaksi maksimal dari edisi ke-24 EMITT 2020 di Turki.

Dalam kesempatan itu, Kemenparekraf menyajikan eksotisnya 5 Destinasi Super Prioritas, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), serta Likupang (Sulawesi Utara).

“EMITT memiliki posisi strategis untuk memasarkan produk pariwisata 5 Destinasi Super Prioritas. Respon publik besar, dan menurut pengakuan industri, potensi transaksinya makin positif. Akan terus kami pantau hasilnya,” kata Nia dalam keterangannya, Selasa (4/2/2020).

Nia menambahkan, EMITT 2020 sudah dieksplorasi secara maksimal, dimana acara ini menawarkan konsep business to business (B2B) dan business to consumer (B2C). Peserta pameran EMITT ini pun mencapai 1.021 orang yang datang dari 94 negara.

“Potensi bisnis yang ada di EMITT 2020 tentu telah diperhitungkan. Semua sudah dioptimalkan. Kami melibatkan secara langsung juga para pelaku industri pariwisata tanah air. Mereka langsung membuat deals di Turki,” ujarnya.

Mengusung tema Living Culture, Kemenparekraf menarik perhatian pasar melalui beragam konten unik yang disajikannya. Dengan background kemegahan Kapal Pinisi, paviliun Indonesia menggelar aktivitas B2B dan B2C.

Ikut disajikan juga tarian tradisional, kopi, dan kuliner khas Indonesia. Paviliun pun semakin ramah dengan kehadiran Tourism Information Counter dengan petugas berbahasa Turki dan interaksi yang baik dengan pengunjung.

“Semua elemen yang terlibat dalam EMITT 2020 memang sangat aktif. Sebab, ini momentum terbaik untuk menguatkan pasar pariwisata Indonesia khususnya dari Turki. Pasar Turki tetap potensial karena aliran wisatawannya bagus dalam beberapa tahun terakhir,” tukas Nia.

RSA

LEAVE A REPLY