Pasca Angkut WNI dari Wuhan, Kemenhub Awasi Mitigasi Pesawat

0
190

Jakarta, Nawacita – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan mengawasi pelaksanaan mitigasi pesawat yang telah kembali di Indonesia, pasca mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Kota Wuhan, China.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan terkait proses mitigasi pesawat yang membawa WNI dari Wuhan tersebut, agar bersih dari kuman Virus Corona.

“Langkah-langkah mitigasi tersebut merupakan prosedur yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan. Yang pertama, pesawat diparkir pada area yang berjauhan dengan pesawat yang lain (isolated area),” kata Novie dalam keterangannya, Minggu (2/2/2020).

Kemudian kedua, lanjut Novie, pesawat dalam kondisi kosong alias tanpa kru dan penumpang, hanya ada petugas yang akan melakukan kegiatan disinfeksi atau dekontaminasi, dan petugas menggunakan alat pelindung diri lengkap.

Ketiga, bagian pesawat utama yang akan dilakukan disinfeksi adalah kabin dan kargo atau bagasi. Keempat, setelah semua petugas dan peralatan disiapkan maka dilakukan kegiatan disinfeksi dengan menggunakan dry fogger yang diisi dengan bahan disinfektan khusus (netbiokem)

“Lalu kelima, butiran uap dari alat fogger tersebut diharapkan dapat melingkupi seluruh area yang ada dalam kabin dan bagian kargo. Setelah itu diamkan selama minimal 10 menit (contact time minimal),” ujar Novie.

Setelah contact time berakhir, tambah dia, maka pada area tempat duduk yang ditempati penumpang terjangkit atau terpapar dilakukan usapan dengan menggunakan lap pendekontaminasi kering (fibertect) untuk memastikan bebas dari residu kuman.

Terakhir, pada bagian permukaan luar pesawat dilakukan disinfeksi dengan penyemprotan menggunakan sprayer. Novie juga menyampaikan bahwa bila semua prosedur dilaksanakan dengan baik, maka diharapkan pesawat sudah dianggap bebas dari kuman virus corona.

“Dan setelah pesawat dinyatakan bebas dari virus korona oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan, barulah pesawat ditarik ke hanggar untuk dilakukan perawatan lebih lanjut,” tukas Novie.

Lebih lanjut dia menegaskan, bahwa Kemenhub akan terus bekerja sama dengan seluruh pihak terkait, untuk memastikan bahwa proses evakuasi berjalan dengan baik dan terus memastikan penerbangan yang selamat, aman, dan nyaman.

Untuk diketahui, pemerintah menggunakan pesawat Batik Air jenis Airbus A-330 untuk mengevakuasi WNI dari Wuhan ke Tanah Air, pasca merebaknya virus Corona. Batik Air dipilih lantaran memiliki izin penerbangan reguler dari dan ke Wuhan, serta memiliki pesawat wide body.

RSA

LEAVE A REPLY