Banjir di Surabaya, Puluhan Motor Mogok dan Terendam

0
323
Banjir di Surabaya, Puluhan Motor Mogok dan Terendam.
Banjir di Surabaya, Puluhan Motor Mogok dan Terendam.

SURABAYA, Nawacita – Puluhan pengendara sepeda motor harus menuntun kendaraannya lantaran mogok usai nekat menerobos banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (31/1/2020) malam.

Kondisi itu terjadi di Jalan Ngagel Jaya Selatan. Banyak pengendara yang harus menuntun sepeda motornya karena mati mesin akibat terendam banjir. “Banjir cukup tinggi, sekitar 50 centimeter. Motor saya tidak kuat, maunya dinaiki pelan-pelan, tapi malah mogok,” kata Wibowo warga Kapas Krampung, Surabaya.

Banjir tersebut juga membuat mobil yang dikendarai Catur mogok di depan Kampus B Unair, Surabaya. “Mungkin jenisnya sedan, jadi tidak mampu menembus banjir,” katanya pasrah. Hujan yang menggenang sebagian Kota Surabaya, khususnya daerah Surabaya Timur cukup parah pada musim hujan tahun ini.

Baca Juga: Kurang dari 3 Jam Banjir di Surabaya Berangsur Surut

Dari pantauan wartawan, pemandangan ini terjadi di beberapa wilayah, di antaranya kawasan Darmawangsa, Pucang, hingga Ngagel. Di lokasi ini, air setinggi paha membuat sejumlah sepeda motor mogok. Beberapa mobil juga terpaksa berhenti karena kemasukan air. Bahkan di Wonokromo, air juga masuk ke areal Rumah Sakit Islam (RSI).

Baca Juga: Banjir di Surabaya, Risma Buka Suara

Banjir juga menyebabkan kemacetan di mana-mana, seperti yang terlihat di simpang empat Bung Tomo. Kemacetan juga terlihat di Darmo Indah, Wonocolo, Jemursari, Wonokromo, hingga Jalan Ahmad Yani. “Parah, ini sudah dua jam air masih tinggi. Warung dan rumah-rumah warga banyak yang terendam. Airnya sampai lutut,” kata warga Ngagel, Suyitno, Jumat (31/1/2020).

Suyitno mengatakan, selain karena hujan deras, banjir juga terjadi karena saluran air tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, air tak tertampung dan meluber ke rumah dan jalan. “Gak tahu sampai kapan air ini akan surut.  Kalau hujan turun lagi, bisa tambah tinggi lagi banjirnya,” ujarnya.Belum ada konfirmasi dari Pemkot Surabaya atas banjir di sejumlah titik tersebut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda di Sidoarjo Jawa Timur memprediksikan jika dalam beberapa hari terakhir sudah memasuki puncak musim hujan.Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto meminta masyarakat mewaspadai bencana alam saat puncak musim hujan ini. “Salah satunya adalah banjir dan tanah longsor,” katanya.

inws.

LEAVE A REPLY