Virus Corona China: 9.096 Terinfeksi, 213 Orang Meninggal

0
398
Virus Corona China: 9.096 Terinfeksi, 213 Orang Meninggal.
Virus Corona China: 9.096 Terinfeksi, 213 Orang Meninggal.

BEIJING, Nawacita – Jumlah korban meninggal akibat wabah virus Corona baru, 2019-nCoV, di China sudah mencapai 213 orang. Sedangkan jumlah orang yang terinfeksi di negara itu sudah mencapai 9.096 orang.

Update atau pembaruan itu dirilis Komisi Kesehatan Nasional China, Jumat (31/1/2020). Dalam laporan hariannya, komisi itu mengatakan ada 43 kematian baru akibat virus itu. Satu dari mereka terdapat di Hubei, provinsi paling terpukul di mana virus itu pertama kali muncul.

Menurut komisi tersebut, ada hampir 2.000 kasus baru yang dikonfirmasi, sehingga jumlah total kasus di China menjadi 9.096. Sedangkan jumlah orang disembuhkan masih berbeda-beda datanya. China mengklaim 170 pasien virus telah disembuhkan dan dibolehkan pulang. Namun menurut catatan resmi, jumlah pasien yang disembuhkan sekitar 163 orang.
Baca Juga: Wabah Virus Corona, Pasar Tomohon Dalam Pengawasan

Angka-angka terbaru ini muncul beberapa jam setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan darurat global atas patogen mematikan, yang telah menyebar ke sejumlah negara. Angka-angka terbaru menunjukkan bahwa jumlah kematian harian terus meningkat tajam, meskipun langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya diberlakukan terhadap wilayah Hubei seminggu yang lalu.

WHO awalnya meremehkan ancaman yang ditimbulkan oleh penyakit ini, tetapi merevisi penilaian resiko nya setelah pembicaraan krisis pada hari Kamis. “Kita semua harus bertindak bersama sekarang untuk membatasi penyebaran lebih lanjut…Kita hanya bisa menghentikannya bersama,” kata Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pengarahan di Jenewa, seperti dikutip Reuters.
Baca Juga: Mengenal Kota Wuhan Biang Penyebaran Virus Korona

Namun Ghebreyesus mengatakan pembatasan perjalanan dan perdagangan dengan China tidak perlu untuk membendung penyebaran virus, yang sekarang telah dikonfirmasi menyebar di lebih dari 15 negara lain.

Banyak negara telah mendesak warganya untuk tidak mengunjungi China sementara waktu. Beberapa negara juga telah melarang masuk para pelancong dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, tempat virus itu pertama kali muncul.

Virus ini mirip dengan patogen Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS). Wabah SARS juga muncul pertama kali di China dan pada akhirnya membunuh hampir 800 orang di seluruh dunia pada 2002-2003.

sdnws.

LEAVE A REPLY