Silang Pendapat Pemkot dan Pengembang dalam Penuntasan Banjir di Jalan Mayjend Sungkono

0
268

Surabaya, Nawacita – Silang pendapat terkait penyelesaian banjir di jalan Mayjend Sungkono Surabaya pada Rabu (15/1) lalu, pihak pengembang Vida Swalayan memiliki pendapat berbeda dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Agoeng Prasodjo sekretaris komisi C DPRD Surabaya menerangkan bahwa dari pihak pengembang Vida Swalayan sudah memiliki saluran khusus untuk pembuangan air. Selokan itu memiliki kedalam sekitar 5 meter dan lebar 2,5 meter.

“Jadi menurut Vida itu ada selokan, dalamnya sekitar 2 pring (bambu, red). Cukup dalam itu,” terangnya.

Perihal penyebab banjir Laki-laki yang akrab disapa Agung menduga adanya tumpukan sedimen yang menyebabkan pendangkalan pada selokan. Sehingga saat hujan turun, selokan tersebut tidak mampu menampung secar maksimal.

“Namun sekarang sedimennya agak naik (menumpuk, red). Disitulah letak yang mengahmbatnya,” ungkapnya.

Politisi Partai Golongan Karya itu juga menambahkan, bahwa antara pihak Vida dan Pemkot Surabaya memiliki ide berbeda. Pihak Vida menginginkan normalisasi sedimen yang mengendap itu. Sedangkan Pemkot ingin membangun pompa dan saluran agar saat banjir, air tidak tergenang lagi.

“Pihak Vida menginginkan normalisasi selokan yang memiliki hak untuk itu ya Pemkot. Terus pembuangannya diteruskan ke sungai dekat soto Wawan. Kalau Pemkot inginnya membuat saluran lagi dan dikasih pompa,” ujarnya

Namun Agung akan memastikan terlebih dahulu kondisi di lapangan. Apabila benar ada selokan yang mumpuni, maka masukan pihak Vida mungkin akan diterima.

Senada dengan Agung, Baktiono anggota komisi C DPRD Surabaya akan mengecek terlebih dahulu ke lokasi. Menurutnya kedua ide ini bagus. Namun harus disidak ke lapangan agar mengetahui secara pasti kondisi di lapangan.

“Kita akan sidak. Mungkin minggu depan, agar tahu keadaan lapangan seperti apa,” imbuhnya.

(and)

LEAVE A REPLY