KPK Akan Panggil Ulang Zulkifli Hasan Terkait Dugaan Suap Alih Lahan 2014 di Riau

0
348

Jakarta, Nawacita – Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Ali Fikri mengatakan akan melayangkan suta panggilan ulang terhadap Menteri Libgkunan Hidup dan Kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Zulkifli Hasan terkait dugaan suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau Tahun 2014.

“Tentunya kita akan lalukan upaya (pemanggilan ulang itu. Karena itu sangat penting keterangannya,” kata Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Januari 2020.

Zulhas, sapaan akrabnya, sebelumnya dipanggil untuk dimintai keterangannya dalam dugaan suap pengakuan revisi alih fungsi hutan di Riau yang menjerat mantan Gubernur Riau, Annas Maamun pada Kamis 16 Januari 2020. Tetapi pihaknya tidak hadir pada waktu yang ditentukan.

Sejatinya, Menteri LHK periode 2009-2014 itu diagendakan menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka sebuah korporasi PT Palma. Zulhas diduga terlibat PT Palma dalam tindak pidana korupsi (Tipikor) suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau Tahun 2014.

KPK pada 29 April 2019 telah mengumumkan tiga tersangka atas kasus tersebut. Mereka terdiri dari perorangan dan korporasi terkait pemberian hadiah atau janji pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan Tahun 2014. 

Tiga tersangka itu adalah korporasi PT Palma, Legal Manager PT Duta Palma Group Tahun 2014 Suheri Terta (SRT), dan Surya Darmadi.

Dugaan pertama, hubungan antara korporasi dan dua tersangka adalah perusahaan yang mengajukan permintaan pada mantan Gubernur Riau Annas Maamun diduga tergabung dalam Duta Palma Group yang mayoritas dimiliki oleh PT Darmex Agro.

Dalam penyidikan itu, diduga Surya Darmadi merupakan beneficial owner PT Palma Satu bersama-sama Suheri Terta selaku orang kepercayaan Surya daIam mengurus perizinan terkait lahan perkebunan milik Duta Palma Gorup dan PT Palma Satu. 

Sementara kawan-kawannya sebagai korporasi yang telah memberikan uang Rp 3 miliar pada Annas Maamun terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan tahun 2014.
yqn

LEAVE A REPLY