Kronologi Pemecatan Helmy Yahya oleh Dewas TVRI

0
188
Helmy Yahya.
Helmy Yahya.

JAKARTA, Nawacita Helmy Yahya mengonfirmasi soal pemecatannya sebagai Direktur Utama TVRI oleh Dewan Pengawas, Jumat (17/1). Kepada awak media Helmy mengatakan, telah menerima surat keputusan dinonaktifkan sementara dari kursi Dirut TVRI sejak 4 Desember 2019. Belakangan setelah memberikan pembelaan diri, Helmy malah dipecat oleh Dewan Pengawas. Tidak hanya itu, Helmy juga mengungkapkan, telah berusaha dibungkam oleh Dewas TVRI dengan memintanya tidak berbicara ke media terkait kasusnya.

1. Sempat dinonaktifkan sementara oleh dewas, Helmy Yahya membuat surat pembelaan setebal 27 halaman

Tentu saja Helmy tidak menerima pemecatan ini. Sebab, dia menilai, hal itu dilakukan secara sepihak oleh Dewas TVRI. “Setelah menerima surat keputusan nonaktif, kemudian tanggal 5 Desember (2019) saya melakukan pembelaan dengan mengatakan SK tidak sah, dan pembelaan yang saya lakukan ditolak,” ungkap Helmy, di Jakarta Selatan.

Baca Juga: Helmy Yahya Dipecat, Warganet Bahas Raksasa Tidur TVRI

Menurut Helmy, dia membuat surat pembelaan diri setebal 27 halaman untuk menjawab surat penonaktifan dirinya oleh dewas yang hanya berjumlah dua lembar.  “Semua catatan kata mereka saya jawab. Lampirannya 1.200 halaman,” ujar Helmy. Dia menyampaikan surat pembelaan ini kepada Dewas pada 18 Desember 2019.

2. Surat pembelaan dijawab dewas dengan mengeluarkan surat pemberhentian Helmy

Namun, bukannya berbuah manis. Surat pembelaan itu dijawab oleh Dewas TVRI dengan mengeluarkan surat bernomor 8/Dewas/TVRI/2020, yang menyatakan pemberhentian Helmy secara resmi. Dalam surat itu dinyatakan, Helmy diberhentikan karena tidak bisa mempertanggungjawabkan pembelian hak siar Liga Inggris yang memakan biaya besar.

Baca Juga: Dewan Pengawas Copot Helmy Yahya dari Kursi Dirut TVRI

Tentu saja Helmy tidak menerima pemecatannya ini. Sebab, dia mengklaim telah membawa sejumlah peningkatan bagi TVRI. Di antaranya melakukan re-branding dengan mengubah logo TVRI, memberikan tunjangan kinerja pegawai, dan mengubah pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). “Saya persembahkan karya saya “Siapa Berani” dengan 0 rupiah pada TVRI,” ungkap Helmy yang pada kesempatan ini didampingi oleh istrinya, pengacara, dan sejumlah karyawan TVRI.

3. Dukung Helmy Yahya, karyawan TVRI layangkan mosi tidak percaya ke dewas

Karena itu, Helmy mengatakan, pembelaannya tidak main-main. Langkah Helmy ini mendapat dukungan dari sejumlah karyawan TVRI, termasuk dari seluruh direksi TVRI yang berjumlah 6 orang. Usai Helmy menutup acara konferensi pers, para karyawan TVRI yang berasal dari berbagai wilayah melayangkan mosi tidak percaya terhadap keputusan Dewan Pengawas atas pemberhentian Helmy Yahya sebagai Dirut TVRI.

idnws.

LEAVE A REPLY