Berikut Rekam Jejak Saiful Ilah, Bupati Sidoarjo Tersangka OTT KPK

0
279
Bupati Sidoarjo non aktif, Saiful Ilah akhirnya resmi dijadikan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bupati Sidoarjo non aktif, Saiful Ilah akhirnya resmi dijadikan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

SURABAYA, Nawacita Bupati Sidoarjo non aktif, Saiful Ilah akhirnya resmi dijadikan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (7/1) lalu. Penyidik menetapkannya sebagai tersangka karena Saiful diduga menerima suap dari proyek infrastruktur dengan total Rp550 juta.

Saiful bisa dicokok oleh komisi antirasuah lantaran terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) perdana yang digelar pada tahun 2020. Walaupun ini menjadi operasi senyap perdana di bawah kepemimpinan Komjen (Pol) Firli Bahuri sebagai Ketua KPK, namun prosesnya terbukti sudah dimulai sejak 2019 lalu.

Dalam pemberian keterangan pers yang dilakukan oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata yang didampingi oleh Plt juru bicara, Ali Fikri, terungkap komisi antirasuah kecewa ratusan OTT yang sebelumnya dilakukan nyatanya tetap tak membuat kepala daerah menjadi kapok.

Baca Juga: Berikut Fakta OTT KPK terhadap Bupati Sidoarjo

“Apalagi perkara ini merupakan kasus suap yang terkait dengan proyek infrastruktur yang awalnya diharapkan dapat dinikmati oleh masyarakat. Tapi, malah dijadikan bancakan korupsi,” ujar Alex pada pekan lalu. Saiful sendiri merupakan salah satu politikus senior di kota udang itu. Selain menjabat dua periode sebagai bupati, pria 70 tahun itu merupakan Ketua DPC PKB Sidoarjo. Kalian penasaran dengan rekam jejak pria yang akrab disapa Abah Ipul? Berikut pemaparannya.

1. Saiful merupakan pengusaha memproduksi panci dan obat nyamuk

Sebelum terjun di dunia politik, Saiful dikenal sebagai pengusaha. Beberapa perusahaan sempat ia pimpin antara lain, PT Mitralam Kalimantan Persada, PT Mustika Light Metal, dan PT Gresik Mustika Timur. Mitralam Kalimantan Persada merupakan perusahaan produsen kayu di Kalimantan Selatan. Sementara Mustika Light Metal adalah produsen panci aluminium yang beroperasi di Pasuruan. Sedangkan, Gresik Mustika Timur memproduksi obat anti nyamuk di Gresik.

2. Begitu terjun ke dunia politik, Saiful langsung terpilih jadi wakil bupati

Pada 2002 lalu, ia kemudian banting setir ke dunia politik dan terpilih menjadi Ketua DPC PKB. Dalam pilkada 2005, ia maju sebagai calon wakil bupati mendampingi Win Hendrarso. Saat itu, Saiful turut disokong oleh PAN dan PKS dalam pilkada tersebut.

Terbukti pasangan Win-Saiful berhasil mengalahkan Sjamsu Bahari-Fatimah Toha Assegaf (PDIP dan Partai Golkar), serta Achmad Nadhim Amir-Salam (Demokrat dan Aliansi Lima Partai Politik). Saiful sendiri duduk sebagai wakil bupati selama dua periode. Namun, ia terpilih jadi bupati lantaran Win terjerat kasus korupsi kas daerah Sidoarjo. Pada 2013 lalu, ia divonis 5 tahun penjara dan telah bebas di tahun 2017.

3. Saiful menang mutlak dalam Pilkada 2010

Langkah politik Abah Ipul, kian menanjak usai resmi maju pada Pilkada Sidoarjo 2010. Kembali diusung oleh PKB, ia yang didampingi Hadi Sutjipto menang mutlak 450.586 suara atau 60,46 persen.
Saiful menyisihkan empat pasangan lain yaitu Bambang Prasetyo Widodo-Khoirul Huda (Golkar-PDIP), Emy Susanti-Khulaim (PAN), Yuniwati Teryana-Sarto (Demokrat) serta Agung Subaly-Syamsul Wachid (perseorangan). Belakangan, Saiful turut mendorong putranya Amir Aslichin untuk ikut pilkada Sidoarjo pada tahun 2020. Amir diketahui menjabat sebagai anggota DPRD dari fraksi PKB.

4. Saiful kembali mendominasi di Pilkada 2015 lalu

Berbekal status petahana, Saiful kembali maju pada Pilkada 2015. Kali ini, Saiful yang diusung PKB menggandeng Nur Achmad Syaifudin. Hasilnya, ia kembali menang mutlak dengan suara 58,97 persen. Ia unggul jauh dari tiga pasangan calon lain.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Kena OTT, Khofifah Akan Kumpulkan Kepala Daerah Se-Jatim

Sayang, di akhir kepemimpinan ia harus berurusan dengan KPK. Saiful ditangkap bersama Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo, Arie Suryono, dua ajudan bupati, seorang kontraktor sebuah proyek yang melibatkan Pemkab Sidoarjo dan dua perempuan lain. Mereka diduga terlibat dalam rasuah pengadaan barang dan jasa di kabupaten itu.

5. Saiful tercatat memiliki harta kekayaan Rp60,4 miliar

Walau menjabat sebagai bupati, namun Saiful Ilah memiliki harta kekayaan dengan nominal fantastis yakni Rp60,4 miliar. Data itu diunggah oleh KPK pada 31 Desember 2018 lalu. Angka ini melonjak cukup jauh apabila dibandingkan ketika ia masih menempati posisi sebagai wakil bupati pada 2006 lalu dengan harta kekayaan saat itu Rp17,3 miliar. Di dalam harta kekayaan yang dilaporkannya pada 2018 lalu, Saiful diketahui memiliki 25 tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa area di Jawa Timur antara lain Kota Batu, Pasuruan dan Sidoarjo.

Sebanyak 15 tanah dan bangunan di antaranya disebut Saiful merupakan warisan. Total aset berupa tanah dan bangunan itu mencapai Rp32,8 miliar. Lalu, dari kendaraan diketahui ada sembilan buah kendaraan, di mana beberapa di antaranya kendaraan mewah yakni dua Mercedes Benz keluaran tahun 1989 seharga Rp45 juta dan keluaran tahun 1997 senilai Rp150 juta. Ada pula mobil sedan Jaguar keluaran tahun 2000 dengan harga Rp100 juta. Total aset berupa kendaraan mencapai Rp570 juta. Sementara, kekayaan lainnya berupa kas dan setara kas mencapai Rp25,5 miliar. Sehingga, total harta kekayaan yang dimilikinya mencapai Rp60,4 miliar.

idnws.

LEAVE A REPLY