Indonesia-UEA Kerjasama Industri Pertahanan dan Pertukaran Taruna

0
289
Indonesia-UEA Kerjasama Industri Pertahanan dan Pertukaran Taruna.
Indonesia-UEA Kerjasama Industri Pertahanan dan Pertukaran Taruna.

JAKARTA, Nawacita – Indonesia melanjutkan pembicaraan kerja sama industri pertahanan dengan dan Uni Emirat Arab. Selain itu, kedua negara juga akan menjalin program pendidikan bersama yaitu pertukaran taruna dan perwira.

Dahnil Anzar Simanjuntak, Staf Khusus Menteri Pertahanan RI bidang Komunikasi Publik dan Kerjasama Antar Lembaga mengatakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melanjutkan kerjasama pertahanan industri pertahanan dengan UEA.

Sebelumnya kerja sama tersebut telah dilakukan dalam Letter of intent pada 24 Juli 2019 dengan Menhan sebelumnya yaitu Ryamizard Ryacudu. Pembicaraan kemudian dilakukan kembali dengan menteri baru.

Baca Juga: Prabowo Bertemu Menhan Australia Bahas Kerja Sama Pertahanan

“Salah satu bentuk kerjasama adalah joint production industri pertahanan antardua negara, bentuk kerjasama ini strategis untuk mempererat hubungan kedua negara dan memperkuat pertahanan kedua negara,” katanya, Jumat (13/12/2019). Di sisi lain, pemerintah optimistis akan segera mengimplementasikan program pendidikan dan pertukaran taruna dan perwira untuk belajar di UEA dan Indonesia.

Baca Juga: Presiden Erdogan Sambut Kunjungan Menhan Prabowo

Selain dengan UEA, Indonesia juga memiliki kesepakatan terkait industri pertahanan dengan Korea Selatan. Selama beberapa tahun terakhir, RI dan Korsel berkonsentrasi untuk proyek korea Selatan terkait Korean Fighter Xperiment (KFX) – Indonesian Fighter Xperiment (IFX).

Pengembangan jet tempur tersebut diinisiasi oleh kedua negara. Saat kunjungan kerja Menteri Pertahanan Korea Selatan Jeong Kyeong-doo ke Kantor Menko Polhukam Mahfud MD, keduanya sepakat melanjutkan pembicaraan tentang kerjasama alat utama sistem pertahanan persenjataan KFX – IFX.

“Join pembuatan pesawat bersama. Itu sekarang masih di sedang di negosiasi dan vocal point dari Indonesia memang yang ditunjuk Pak Prabowo Menteri Pertahanan untuk berbicara antar menteri pertahanan,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

bsnws.

LEAVE A REPLY