Heboh Agnez Mo, Ini Dia Asal Usul Orang Indonesia

0
252
Ilustrasi.
Ilustrasi.

SURABAYA, Nawacita Publik Indonesia tengah dihebohkan oleh pengakuan penyanyi Agnes Monica atau kini dipanggil Agnez Mo, yang mengaku tidak memiliki darah Indonesia. Penyanyi kondang yang kini berkarier di Amerika Serikat itu mengaku memiliki darah Jerman, Jepang, dan China.

Pernyataan Agnez Mo ini kontan saja menuai pro kontra. Merespons kehebohan ini, pada Selasa (26/11), Agnez mengunggah cuplikan video rekaman wawancara dia di akun Instagramnya, yang menyatakan dirinya tumbuh dalam budaya beragam dan memperjuangkan inklusivitas budaya.

“Bhinneka Tunggal Ika artinya bersatu dalam keberagaman. Senang rasanya ketika saya dapat berbagi sesuatu tentang asal usul dan negaraku,” ujar Agnez dalam video wawancara BUILD Series.

Baca Juga: Agnez Mo Akui Dirinya Bukan Keturunan Indonesia

Lepas dari pro kontra Agnez, nenek moyang orang Indonesia ternyata berasal dari Afrika. Hal ini diketahui berdasarkan penelitian DNA yang dilakukan oleh peneliti genetika dari Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Herawati Sudoyo, PhD. Berdasarkan hasil penelitian Herawati, yang mempelajari DNA, manusia modern orang Indonesia berasal dari Afrika.

“Jika ingin meniti kembali asal usul manusia Indonesia, tidak lepas dari asal usul manusia modern secara global. Cerita tentang manusia Indonesia tidak bisa melewatkan tentang Afrika sebagai tempat asal usul Homo Sapiens,” terang Herawati dalam pemaparan Aneka Gen Satu Indonesia Merawat Kebinekaan Menyongsong Masa Depan, di Perpustakaan Nasional, Senin (11/11) malam.

1. Asal usul orang Indonesia terjawab dengan tiga marka

Menurut Herawati, asal usul orang Indonesia terjawab melalui rekonstruksi 50 ribu tahun pergerakan populasi manusia Nusantara. “Dengan menggunakan tiga marka genetik yaitu DNA, mitokondria, kromosom Y dan autosom, kami dapat berikan gambaran tahapan migrasi yang membentuk latar belakang manusia Nusantara,” jelasnya.

2. Nenek moyang orang Indonesia dari gelombang migrasi Out of Africa sekitar 60 ribu tahun lalu

Lebih lanjut dia memaparkan, DNA, mitokondria, dan kromosom Y telah memperlihatkan, populasi di kepulauan Nusantara memiliki jejak genetika dari gelombang migrasi Out of Africa yang menyusuri jalur selatan sekitar 60 ribu tahun lalu

Baca Juga: Agnez Mo Perlihatkan Kecintaannya pada Indonesia

Herawati menjelaskan, pada saat gelombang pertama kedatangan manusia modern sekitar 40 sampai 50 ribu tahun lalu, tinggi laut jauh di bawah keadaan sekarang. “Sumatera, Borneo, Jawa dan beberapa pulau lain membentuk daratan yang merupakan kepanjangan dari daratan Asia yang disebut paparan Sunda,” imbuhnya.

3. Perubahan iklim memacu ekspansi kedua dari para pemburu dan peramu

Perubahan iklim pada akhir zaman es yakni 33 sampai 16 ribu tahun lalu juga memberikan dampak sangat besar terhadap keanekaragaman manusia di kepulauan Nusantara. “Perubahan iklim tersebut memacu ekspansi kedua dari para pemburu dan peramu yang letaknya lebih utara, yang terjadi selama periode 8 sampai 35 ribu tahun,” kata Herawati.

4. Tidak ada kelompok populasi yang memiliki 100 gen murni

Lebih lanjut Herawati menerangkan, berdasarkan hasil studi genetik DNA autosom menemukan adanya gelombang migrasi lain baik masuk atau keluar Indonesia, misalnya yang datang dari daratan Asia, maupun migrasi modern zaman sejarah seperti India, Arab, atau Cina.

Kedua penanda genetik memperlihatkan bukti pembauran beberapa leluhur genetik, yang datang dari periode maupun jalur beragam dalam populasi. “Jadi berdasarkan tiga marka genetika populasi tersebut, hampir tidak ada kelompok populasi yang memiliki 100 gen murni. Jelaslah, manusia Indonesia itu tidak hanya beragam bahasa namun juga genetiknya, Aneka Gen Satu Indonesia,” tutupnya.

idnws.

LEAVE A REPLY