Maruf Amin Tunjuk Delapan Staf Khusus Wapres

0
259
Wakil Presiden Maruf Amin.
Wakil Presiden Maruf Amin.

JAKARTA, Nawacita – Wakil Presiden Maruf Amin resmi menunjuk delapan orang staf khusus untuk membantu kerjanya dalam lima tahun mendatang. Masduki Baidlowi, juru bicara Wakil Presiden RI menuturkan para staf khusus ini akan memiliki tugas dan fungsi masing-masing.

“Ada delapan orang staf khusus. Itu dengan bidang masing-masing yang sesuai dengan nomenklatur yang sesuai dengan peraturan zaman wapres sebelumnya, Pak Jusuf Kalla,” kata Masduki di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (25/11/2019).

Berikut pembagian bidang tugas delapan staf khusus wakil presiden tersebut.

1. Muhammad Natsir
Natsir sebelumnya merupakan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi. Pada penugasan sebagai staf khusus ini, Natsir akan menangani bidang reformasi birokrasi yang didalamnya juga ada penanganan pendidikan.

2. Satya Arinanto
Satya merupakan staf khusus bidang hukum. Sebelumnya, Satya juga membantu Jusuf Kalla sebagai staf ahli. Saat ini Satya juga tercatat sebagai guru besar tata negara di Universitas Indonesia.

Baca Juga: Jokowi Kenalkan 7 Milenial sebagai Staf Khusus Presiden
3. Sukriansyah S Latief,
Sosok Sukriansyah sebelumnya merupakan staf khusus menteri pertanian. Ia juga tercatat sebagai komisaris di Pupuk Indonesia semenjak Juni 2015. Pria yang akrab disebut dengan inisial UQ ini akan menjadi staf khusus terkait investasi.

4. Lukmanul Hakim
Saat ini, Lukmanul merupakan Direktur LPPOM Majelis Ulama Indonesia. Setelah ditetapkan sebagai staf khusus, Lukmanul akan membantu Wapres Ma’ruf dalam masalah-masalah terkait ekonomi.

5. Imam Aziz
Imam disebutkan sebagai alumni UIN Yogyakarta. Ia merupakan aktivis dan LSM, yang bergerak pada pemberdayaan masyarakat. Dalam jabatannya sebagai staf khusus, Lukman akan diserahi tanggung jawab terkait dengan pemberdayaan masyarakat, penanganan kemiskinan serta isu stunting.

Baca Juga: Berikut Gaji Tujuh Stafsus Milenial Presiden Jokowi
6. Robikin Emhas
Pengurus PBNU ini akan menangani masalah komunikasi dan hubungan hubungan antar lembaga.

7. Masykuri Abdillah, guru besar UIN Jakarta

8. Masduki Baidlowi, juru bicara Wakil Presiden RI

bsnws.

LEAVE A REPLY