Janji Para Menteri untuk Indonesia Maju

0
230

JAKARTA, Nawacita — Seusai dilantik pada Rabu (23/10), para menteri Kabinet Indonesia Maju langsung gerak cepat. Mereka langsung belanja masalah di lingkup tugasnya masing-masing pada hari pertama.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto langsung mengunjungi kantor barunya dan bersilaturahim dengan jajaran Kementerian Pertahanan. Prabowo menuturkan, masih akan mempelajari tugas dan fungsi yang akan dijalankannya selama lima tahun mendatang. “Saya akan belajar dulu situasi yang terakhir, baru kita akan mulai kerja,” ujar Prabowo, Rabu (23/10) siang.

Belanja masalah juga di lakukan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian setelah prosesi serah terima jabatan. Ia mengatakan, tugasnya di Kemendagri adalah penyederhanaan, mendukung investasi, reformasi birokasi, serta mengubah kultur pemerintahan agar lebih bersifat melayani.

Salah satunya, mengenai pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilka da). Ia optimistis bisa mendorong pilkada berlangsung aman, lancar, dan stabil.

Selain itu, Tito juga mengaku paham arahan Presiden berkaitan dengan data kependudukan yang terintegrasi dengan investasi. Menurut dia, salah satu syarat utama investasi adalah keamanan, kemudian kemudahan perizinan, kepastian hukum, dan infrastruktur. Mantan kapolri ini mengatakan, investasi cukup kompleks yang juga melibatkan data kependudukan yang menyangkut masalah perizinan.

Misi reformasi birokrasi juga menjadi misi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo. Setelah sertijab, Tjahjo mengaku akan melanjutkan tugas menpan-RB periode lalu terkait reformasi birokrasi.Ia akan meneruskan penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang dikenal juga sebagai e-government hingga ke daerah.

Menurut dia, SPBE dibangun untuk efisiensi anggaran dan integrasi aplikasi layanan serta efisiensi penggunaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Semakin ke sini, dalam tanda kutip mempercepat reformasi birokrasi. Model seperti ini, jadi dapat menimbulkan gairah di seluruh daerah, menjadi sesuatu yang menarik,” kata Tjahjo.

Program-program digitalisasi ini juga akan didorong di sektor agraria dan tata ruang. Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menjanjikan, periode 2019-2024 ini, pihaknya akan membuat program digitalisasi pertanahan.

Ia menargetkan, kantor-kantor pertanahan di berbagai daerah bisa berbasis elektronik pada 2025. “Kita juga bikinp rogram digitalisasi pertanahan, mudah-mudahan kantor pertanahan di 2025 sudah berbasis elektronik seperti kantor pertanahan di negara-negara maju,” ujar Sofyan.

Selain itu, ia juga menargetkan seluruh tanah di Indonesia sudah terdaftar pada 2025 nanti. Dengan begitu, dapat mengurangi sengketa tanah yang selama ini banyak terjadi di berbagai daerah. Tak hanya itu, masyarakat yang memiliki sertifikat tanah juga dapat memanfaatkannya sebagai jaminan untuk mengakses perbankan.

Sementara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan, prioritas Kementerian PUPR akan fokus pada pemindahan ibu kota baru di Kalimantan. “Ya, ibu kota dulu,” ujar Basuki di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (23/10).

Selain itu, Presiden Jokowi juga menginstruksikannya agar menghubungkan infrastruktur yang telah dibangun dengan kawasan-kawasan yang produktif sehingga manfaatnya dapat cepat dirasakan oleh masyarakat. “Tapi, kebersamaan itu yang diperintahkan Pak Presiden mengonekkan yang sudah dibangun dengan kawasan-kawasan yang produktif, yang bisa cepat dirasakan banyak orang,” kata dia.

Riset dan pendidikan

Terpisah, Menteri Riset dan Teknologi/Ba dan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menjanjikan pemisahan pendidikan tinggi (dikti) dari Kementerian Riset dan Teknologi akan berjalan halus. Bambang menginginkan adanya ekosistem yang membuat riset dengan orientasi pembangunan bisa berkembang di Indonesia.

“Nanti saya harus ketemu Pak Nadiem untuk bicara bagaimana transisi yang terbaik ya karena saya juga nggak mau kita nggak bekerja apa-apa karena sibuk dengan urusan administrasi birokrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, menyiapkan dana abadi riset Rp 900 miliar untuk tahap pertama. Meski begitu, Bambang menyebut bahwa pihaknya tetap akan menganut ketentuan dalam peraturan perundang-undangan dalam pemenuhan sumber dana abadi tersebut.

Bambang menyebutkan, pembentukan Badan Riset Inovasi Nasional merupakan amanat undang-undang. Pendanaan riset akan dipusatkan melalui dana abadi riset nantinya.

Di lain pihak, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengakui banyaknya tantangan terkait pembenahan nasib pendidikan Indonesia. “Kami punya sistem empat pendidikan terbesar di dunia, 300 ribu sekolah, jumlah murid, jumlah guru dan jumlah pemerintah daerah. Semuanya tersebar di Kepulauan Indonesia,” katanya di gedung Kemendikbud, Jakarta Pusat, Rabu.

Ia melanjutkan, dalam tantangan skala pendidikan, sudah pasti peran teknologi akan terlibat. Namun, ia mengaku belum mengetahui seperti apa bentuk peran teknologi nantinya. Ia masih akan mempelajari penggunaan teknologi agar lebih berguna untuk pendidikan.

Karena itu, langkah awalnya adalah belajar terkait kondisi lapangan seperti apa. Bagaimana kondisi sekolah, kondisi murid itu seperti apa, serta administrasi dan birokrasi seperti apa. “Dari situ kami temukan solusi dari teknologi maupun nontekno yang bisa meningkat kan kualitas pendidikan,” ujarnya. Ia juga ingin generasi milenial dan teknologi harus memiliki perubahan.

Isu kesejahteraan dan kesehatan akan menjadi pekerjaan rumah bagi Menteri Sosial dan Menteri Kesehatan Dokter Terawan Agus Putranto. Seusai dilantik Presiden Jokowi, dr Terawan ingin menyelesaikan misi yang ditugaskan Presiden, mulai dari stuntinghingga isu kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Ia menga takan, visi Presiden adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni.

“(Tantangan) bidang kesehatan ya masalah stunting, BPJS, masalah pelayanan preven tif dan promotif, itu yang harus dimajukan, dan banyak hal yang sekiranya bisa men dukung visi SDM bisa tercapai,” kata Terawan. Penanganan stunting, kata Terawan, akan menjadi fokus program kerja pemerintah.

Ia beralasan, kualitas tumbuh kembang anak merupakan modal paling awal dalam memba ngun SDM berkualitas. Terkait isu kenaikan iuran BPJS Kesehatan, dr Terawan berjanji segera berkoordinasi dengan pihak BPJS Kesehatan dan pihak lain terkait untuk membahas isu ini. Menurut dia, kebijakan kenaikan iuran peserta atau opsi solusi lain harus seimbang, tidak memberatkan masyarakat ataupun negara.

SDM yang kreatif ini juga menjadi kunci sukses untuk memajukan pariwisata nasional. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusbandio, menuturkan, lebih baik agenda wisata tidak perlu banyak, tapi berkualitas dan mampu mendatang kan wisatawan yang juga berkualitas. Terutama, wisatawan mancanegara yang memiliki tingkat spendingatau belanja yang besar.

Ia menjanjikan sektor pariwisata Indonesia ke depan dapat menciptakan daya tarik yang kuat demi memenangkan kompetisi dengan negara lain. “Kemampuan krea tivitas kita harus lebih baik. Daya tarik itu kita ciptakan. Merawat pemberian Tuhan, mengolah destinasi menjadi penopang krea tivitas wisata,” ujar Wishnutama.

Pada sektor kelautan, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjanjikan untuk memperbaiki hubungan antara nelayan dan pemerintah.”Yang jelas perintah Pak Presiden dua hal kepada saya, untuk memperbaiki hubungan dengan para nelayan yang katanya selama ini ada perbedaan antara penilaian pemerintah dan penilaian nelayan itu sendiri,” kata Edhy menjelaskan.

Terkait penenggelaman kapal yang melanggar aturan, Edhy masih akan tetap melanjutkan kebijakan yang dilakukan menteri KKP sebelumnya, Susi Pudjiastuti. Namun, ia menegaskan, penenggelaman kapal merupakan pilihan terakhir.

“Jangan langsung dihukum. Ini yang mau kita jalankan. Jangan tiba-tiba hukum hukum-hukum, tapi solusinya apa. Karena, mereka ini kan perlu pembinaan. Tidak semua nelayan ini memahami. Ada yang terpaksa karena hanya dia harus menyekolahkan anaknya butuh uang,” ujarnya.

Untuk sektor koperasi dan UMKM, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ingin menaik kelaskan UMKM selama lima tahun menjabat. UMKM akan menjadi andalan dalam pembangunan ekonomi Indonesia. “Jadi, UMKM akan jadi andalan Presiden untuk ber kontribusi terhadap perekonomian nasional, juga penyerapan lapang an kerja,” kata dia.

Perangi radikalisme
Menteri Agama Fachrul Razi mengaku memiliki tugas untuk menghadapi radikalisme. “Saya berpikir mungkin beliau membayangkan juga bahwa belakangan ini potensi-potensi radikalisme cukup kuat sehingga beliau berpikir pasti Pak Fachrul mungkin punya terobosan-terobosan lah dalam kaitan menangkal radikalisme ini,” ujarnya.

Ia mengaku Islam merupakan agama penuh kedamaian dan rahmat bagi alam semesta. Islam merupakan agama yang mengajak pada persatuan.

repblk

LEAVE A REPLY