Begini Isi Lengkap Pertemuan Prabowo – Surya Paloh

Mulai soal Koalisi Hingga Amandemen UUD 1945

0
938
Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh. Minggu malam (13/10).

Jakarta, nawacita – Pertemuan antara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh menghasilkan sejumlah poin. Salah satunya yakni Prabowo dan Surya Paloh sepakat soal Koalisi dan amandemen UUD 1945 bersifat menyeluruh.

Ketua Umum NasDem Surya Paloh tidak keberatan jika Gerindra akhirnya bergabung ke koalisi Jokowi.

“Nggak ada masalah sama saya,” ujar Surya Paloh di kediamannya, Jalan Permata Berlian, Jakarta Selatan, Minggu (13/10/2019).

Jika akhirnya Gerindra berlabuh, Surya menekankan pentingnya menjaga semangat untuk sama-sama mengedepankan kepentingan Indonesia. Menurut Surya, tekadnya haruss sama.

“Ini masalahnya ketika semua ikut dalam satu semangat konsistensi pikiran bagaimana mengedepankan kepentingan nasional, jalan di situ. Artinya kita yakin nggak Mas Prabowo bergabung dengan koalisi pemerintah ini untuk bersama-sama dalam tekad yang sama,” ujar Surya Paloh.

Sementara itu, Prabowo menegaskan bahwa pihaknya selalu mengutamakan kepentingan nasional. Jika itu yang terbaik untuk rakyat, maka Prabowo akan mendukungnya.

“Saya sudah katakan berkali-kali bahwa kita mengutamakan kepentingan nasional, apa saja yang bisa memperkuat, mendukung Indonesia, kepentingan Indonesia yang baik untuk rakyat, kita akan dukung,” ujar Prabowo.

Dalam pertemuan ini, keduanya kompak mengaku tidak membahas kursi menteri. Meski demikian, Prabowo dan Surya Paloh sama-sama menyepakati 3 hal, salah satunya adalah soal amandeman UUD 1945 bersifat menyeluruh.

“Kedua pemimpin partai politik sepakat bahwa amandemen Undang-undang Dasar 1945 sebaiknya bersifat menyeluruh yang menyangkut kebutuhan tata kelolah negara sehubungan dengan tantangan kekinian dan masa depan kehidupan berbangsa yang lebih baik,” ujar Sekjen NasDem Johnny G Plate di kediaman Surya Paloh, Jalan Permata Berlian, Jakarta Selatan, Minggu (13/10/2019).

Surya Paloh menjelaskan usulan Undang-undang Dasar 1945 bersifat menyuluruh artinya poin pembahasan tidak hanya terbatas pada Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) saja. Dia lalu menyinggung soal pemilu serentak.

“Banyak poin masalahnya tidak hanya terbatas membuat sebuah GBHN saja, banyak hal masalahnya. Misalnya katakan pemilu serempak, rumusan masalah konstitusi berdasarkan tafsiran dari pada UUD. Kita pikirkan bersama harus lanjut 5 tahun ke depan pemilu serentak, atau kembali berpisah, pemilu legislatifnya, pilpresnya,” ujar Surya Paloh.

Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh berlangsung kurang lebih 1,5 jam. Dari pertemuan itu, menghasilkan 3 poin, yakni:

1) bahwa pemimpin partai politik sepakat untuk memperbaiki citra partai politik dengan meletakan kepentingan nasional di atas segala kepentingan lain dan menjadikan persatuan nasional sebagai orientasi perjuangan serta menjaga keutuhan bangsa.

2) Kedua pemimpin partai politik sepakat untuk melakukan segala hal yang dianggap perlu untuk mencegah dan melawan segala tindakan radikalisme berdasarkan paham apapun yang dapat merongrong ideologi pancasila dan konsesus undang-undang dasar kebangsaan

3) Kedua pemimpin partai politik sepakat bahwa amandemen undang-undang dasar 1945 sebaiknya bersifat menyeluruh yang menyangkut kebutuhan tata kelola negara sehubungan dengan tantangan kekinian dan masa depan kehidupan berbangsa yang lebih baik.  (det/isa/imk)

LEAVE A REPLY