Kisah Sopir Angkot yang Berhasil Jadi Wakil Rakyat

0
399
Mandapot Pasaribu kader Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kotamadya Sibolga, Provinsi Sumatera Utara.
Mandapot Pasaribu kader Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kotamadya Sibolga, Provinsi Sumatera Utara.

SIBOLGA, Nawacita – Mandapot Pasaribu kader Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kotamadya Sibolga, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), sosok yang menjadi motivator bagi generasi muda.

Menjadi calon legislatif pada pemilihan umum legislatif 2019 dan optimis duduk menjadi Legislator di DPRD Sibolga, tidak mengandalkan uang, akan tetapi mengandalkan pengalamannya sebagai sales yang pernah ditekuni setelah tamat dari SMA.

Dia anak Desa Sigoringgoring, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut, kelahiran 4 Juli 1979. Mandapot Pasaribu anak bungsu dari 9 bersaudara yang dilahirkan mendiang ibunya Matiur boru Sianturi (meninggal tahun 2013) dan dia masih kelas VI sekolah dasar (SD), ayahandanya Kostan Pasaribu (Kepala SD Inpres Huta Sitahanbarat, Kolang) meninggal dunia. Setelah tamat SD, dia dibawa kerabatnya ke Kotamadya Medan dan disekolahkan hingga SMA. Tamat SMA, dia bekerja sebagai salesman di PT Coca Cola Kotamadya Medan.

Baca Juga: Rukun dan Kompak, Resep Tiga Istri Anggota DPR Lora Fadil

Suami dari Novita Eriance boru Hutagalung yang telah dikarunia satu anak laki-laki itu mengisahkan, tahun 2005 dia pindah wilayah kerja sebagai salesman di Kotamadya Sibolga. Menikah tahun 2008 dan tahun 2009 berhenti dari pekerjaan sebagai salesman PT Coca Cola.

“Berhenti dari pekerjaan salesman pada 2009, untuk menafkahi keluarga saya berprofesi sebagai ‘Paralong-along’ (penjual ikan laut). Dan 2010 saya membeli kapal kecil dan melaut atau menjadi nelayan tradisional. Akhir 2010 saya jual kapalnya dan membeli angkutan kota (angkot). Iya, rezekinya ada, ditambah uang pesangon dari perusahaan tempat saya jadi sales yang masih tersisa,” kisah Mandapot Pasaribu kepada wartawan, Jumat (4/10/2019).

Berprofesi sebagai sopir Angkot dari akhir 2010 hingga terpilih menjadi anggota DPRD Kotamadya Sibolga 2019, tutur Mandapot Pasaribu, dia tidak bermimpi duduk di DPRD. Pasalnya, selain tidak memiliki kemampuan finansial, istrinya-pun tidak merestui untuk ikut menjadi calon legislatif.

Namun, sebut Mandapot Pasaribu, sebelum ada tahapan pencalonan legislatif untuk pemilihan umum legislatif 2019, dia diajak oleh salah seorang kader Perindo Kotamadya Sibolga untuk bergabung ke Partai Politik besutan Hary Tanoesoedibjo itu. Dia-pun bergabung menjadi kader dan didorong untuk ikut calon legislatif untuk daerah pemilihan Sibolga II.

“Tawaran menjadi calon legislatif itu, masih dalam pertimbangan saya. Saya minta doa restu dari istri dan istri-pun awalnya tidak merestui. Istri justru menyarankan, kalau memang ada modal, sebaiknya untuk mengembangkan armada Angkot. Namun saya menyakinkan istri, optimis terpilih menjadi legislator. Saya termotivasi dengan Partai Perindo, karena Visi dan Misi Ketua Umum Hary Tanoe terbukti memberikan bantuan sosial kepada masyarakat, walau kadernya belum ada yang duduk di legislatif,”ujar Mandapot Pasaribu.

Setelah dapat menyakinkan istri, jelas Mandapot Pasaribu, dia direstui dengan syarat, apabila gagal, jangan pernah lagi ikut dengan politik. Akhirnya saya ikut menjadi calon legislatif Partai Perindo untuk daerah pemilihan Kotamadya Sibolga II, nomor urut 8 atau terakhir.

Baca Juga: Mengenal Anggota DPR Termuda, Hillary Brigitta Lasut

“Rasa optimis duduk menjadi Legislator, sebab sebelum menjadi calon, adanya dukungan penuh dari warga di Kelurahan Aek Muara Pinang atau salah satu dari 8 wilayah di daerah pemilihan Sibolga II. Ternyata benar, saya mendapat dukungan 432 suara dan suara Partai keseluruhannya sebanyak 1.523,”ungkap Mandapot Pasaribu.

Rasa optimis itu, kata Mandapot Pasaribu, dia tidak mampu kalau mengandalkan sisi finansial, namun dia mengandalkan kemampuannya yang dulu sebagai salesman. Salah Satu kemampuan sales adalah mampu menjual barang yang tidak laku.

“Saya terpilih menjadi Legislator adalah mujizat Tuhan. Sebab, pada masa kampanye dengan keterbatasan finansial dan berbagai rintangan saat turun ke masyarakat, ternyata berbuah manis. Saya tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan masyarakat dan bertekad berjuang untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Mandapot Pasaribu.

oknws.

LEAVE A REPLY