Sejarah Gedung Siola, Bangunan Warisan Inggris yang Masih Kokoh

0
890
Siola Sebuah gedung megah terletak di Jalan Tunjungan, Kota Surabaya.
Siola Sebuah gedung megah terletak di Jalan Tunjungan, Kota Surabaya.

SURABAYA, Nawacita – Sebuah gedung megah terletak di Jalan Tunjungan, Kota Surabaya. Gedung tersebut bernama Siola. Gedung yang dicat dengan warna merah dan putih ini merupakan warisan dari pemodal asal Inggris.

Dulu bangunan itu ditempati toko serba guna, dan menjadi daerah perekonomian di Surabaya pada awal abad ke 20. Saat ini gedung tersebut ditempati museum, mall, pusat pelayanan pada masyarakat dari Pemkot Surabaya.

Kemudian juga ada tempat pertemuan di lantai 4, serta ada ruang kontrol kota. Gedung itu juga memiliki taman. Taman gedung cukup unik karena letaknya menggantung di atas jalan Tunjungan. Taman sendiri terletak di lantai 2 dan 3 Gedung Siola.

Baca Juga: Sejarah Asal Usul Nama Negara Paling Unik

Dari taman, masyarakat bisa menikmati gedung-gedung yang ada di sekitar Siola. Di samping itu, bangunan ini kerap kali dijadikan tempat untuk berfoto bagi anak muda dan para wisatawan. Sebab arsitektur dari bangunan sangat bagus dan bernuansa eropa.

Sejarawan di Kota Surabaya, R.N. Bayu Aji, menyatakan bangunan tersebut dibangun oleh pemodaL Inggris, Robert Laidlaw pada tahun 1877. Bangunan ini menjadi ikon di Kota Surabaya sampai sekarang.

“Kemudian di zaman Jepang berubah nama menjadi Chiyoda. Sampai sekarang bangunan ini tetap kokoh dan masih bagus,” terang Bayu Aji.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser, menyatakan pihaknya telah merawat dan memperbaiki bangunan Siola. Siola sendiri fungsinya menjadi pusat kunjungan masyarakat. Di dalam gedung ada salah satu pusat pelayanan masyarakat dari pemkot Surabaya.

Baca Juga: Wina, Kota yang Paling Layak Huni di Dunia

“Serta ada mall, ada kontrol kota CC room, museum, ada tempat pertemuan di lantai 4 dan warga bisa memanfaatkan itu,” ungkap Fikser.

Fikser menambahkan, semua bangunan tua milik pemkot Surabaya seperti Siola, Balaikota, Balai Pemuda, dilakukan perawatan dan pembenahan untuk dipakai ruang publik.

“Seperti yang baru kami terima taman siswa, baru diserahkan dari kementerian keuangan pada pemkot. Kemudian direnovasi dijadikan taman baca yang ada di Jalan Genteng,” tandas Fikser.

oknws.

LEAVE A REPLY