6 September Sejarah Dunia: Kelahiran Puan Maharani Hingga Meninggalnya Jenderal AH Nasution

0
832
Jenderal Besar TNI (Purn) Abdul Haris Nasution.
Jenderal Besar TNI (Purn) Abdul Haris Nasution.

JAKARTA, Nawacita – Beberapa peristiwa dan catatan sejarah penting terjadi baik dalam maupun luar negeri yang terjadi pada tanggal 6 September tiap tahunnya. Beberapa diantaranya adalah, kelahiran dari Puan Maharani dan meninggalnya pahlawan nasional Jenderal AH Nasution .

Untuk mengingat ataupun menambah wawasan sejarah, Kami telah merangkum sejumlah peristiwa dan kejadian penting di tanggal 6 September dari beberapa sumber, antara lain:

1. Kelahiran Puan Maharani

Puan Maharani Nakshatra Kusyala lahir di Jakarta, 6 September 1973 adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja (2014–2019).

Baca Juga: 4 September Sejarah Dunia: Pasukan Kerajaan Jerman Kalahkan Bangsa Slavia Hingga Google Didirikan

Puan pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI untuk tahun 2012 – 2014. Di DPR, Puan Maharani berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen), dan juga sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR menggantikan Tjahjo Kumolo yang telah menjabat selama sembilan tahun.

Cucu dari Presiden pertama RI Soekarno dan anak dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri dari pernikahannya dengan Taufiq Kiemas ini sudah mengenal dunia politik sejak usia sangat muda. Ia merupakan Sarjana Ilmu Komunikasi lulusan Universitas Indonesia dan ia meneruskan tradisi politik dalam keluarga Soekarno.

2. KTT Pertama Gerakan Non-blok

Gerakan Non-Blok (GNB) adalah suatu organisasi internasional yang terdiri lebih dari 100 negara-negara yang menganggap dirinya tidak beraliansi dengan kekuatan besar apapun. Tujuan dari organisasi ini, seperti yang tercantum dalam Deklarasi Havana tahun 1979, adalah untuk menjamin kemerdekaan, kedaulatan, integritas teritorial, dan keamanan dari negara-negara nonblok dalam perjuangan mereka menentang imperialisme, kolonialisme, neokolonialisme, apartheid, rasisme dan segala bentuk agresi militer, pendudukan, dominasi, interferensi atau hegemoni dan menentang segala bentuk blok politik.

Mereka merepresentasikan 55 persen penduduk dunia dan hampir 2/3 keanggotaan PBB. Negara-negara yang telah menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi (KTT) Non-Blok termasuk Yugoslavia, Mesir, Zambia, Aljazair, Sri Lanka, Kuba, India, Zimbabwe, Indonesia, Kolombia, Afrika Selatan dan Malaysia.

3. Pemakaman Putri Diana

Diana, Putri Wales lahir 1 Juli 1961 dan meninggal 31 Agustus 1997 pada umur 36 tahun merupakan istri pertama dari Charles, Pangeran Wales, anak sulung dari Ratu Elizabeth II dan juga merupakan pewaris takhta kerajaan Britania Raya dan 15 negara Persemakmuran Inggris.

Anak-anaknya, Pangeran William dan Harry masing-masing berada di posisi kedua dan keenam dalam urutan pewarisan takhta tersebut. Melalui pernikahannya dengan Charles, Diana dianugerahi gelar Putri Wales, gelar bagi istri putra mahkota dan calon permaisuri Britania Raya.

Baca Juga: Microsoft Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia

Pada 6 September 1997 jasad Putri Diana dilakukan proses pemakaman di Althorp, Northamptonshire, Inggris, Britania Raya.

4. Meninggalnya Jenderal AH Nasution

Jenderal Besar TNI (Purn) Abdul Haris Nasution meninggal di Jakarta, 6 September 2000 pada umur 81 tahun adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Yang merupakan salah satu tokoh TNI AD yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September.

Selamat dari upaya penculikan tersebut namun Nasution harus kehilangan putrinya Ade Irma Suryani Nasution beserta ajudannya, Lettu Pierre Tendean.

oknws.

LEAVE A REPLY