Fakta Mengerikan Terkait Kecelakaan di Tol Cipularang

0
486
Fakta Mengerikan Terkait Kecelakaan di Tol Cipularang.
Fakta Mengerikan Terkait Kecelakaan di Tol Cipularang.

JAKARTA, NawacitaKecelakaan mengerikan terjadi di Tol Cipularang kilometer 91+400 arah Jakarta di Desa Pasir munjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin 2 September kemarin. Delapan orang tewas – Polri sebelumnya menyebut 9 orang kemudian diralat jadi 8 orang – dalam tabrakan beruntun melibatkan 20 kendaraan itu.

Selain merenggut delapan nyawa, ada 32 orang luka-luka. Rinciannya empat orang luka berat dan 28 luka ringan.

Berikut fakta-fakta dari kecelakaan beruntun di Tol Cipularang, Senin kemarin.

Kronologi

Dir Gakkum Korlantas Polri, Brigjen Pujiono Dulrachman mengatakan, kecelakaan di Tol Cipularang KM 91 terjadi Senin 2 September 2019 sekira pukul 12.30 WIB. Kejadian bermula dari kecelakaan tunggal dump truck terbalik di jalur kanan jalan dengan posisi melintang.

Baca Juga: Inilah Kronologi Kecelakaan Beruntun Rombongan Guru TK Gresik

Petugas lalu bergegas mengevakuasi badan dump truk pengangkut tanah tersebut. Kemudian ada lima kendaraan datang dari arah Bandung menuju Jakarta berhenti karena sedang berlangsung evakuasi dump truk.

Tiba-tiba dari belakang muncul satu dump truk bermuatan tanah dengan kecepatan tinggi lalu hilang kendali hingga menabrak kendaraan yang sedang berhenti menunggu selesai evakuasi dump truk terguling.

“Karena remnya blong jadi nabrak waktu evakuasi itu,” kata Pujiono.

Kemudian dari belakang dump truk tersebut, muncul lagi 15 kendaraan dengan kecepatan tinggi karena posisi jalan di lokasi kejadian turunan. Mobil-mobil tersebut tak dapat menghindari dump truk. Terjadilah tabrakan beruntun hingga menewaskan delapan orang.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun itu terdiri dari 12 mobil, dua bus dan sisanya truk.

Empat Mobil Terbakar

Tabrakan beruntun yang melibatkan 20 kendaraan tersebut juga menyebabkan empat mobil hangus terbakar, sisanya rusak berat.

“Di tengah-tengah di antara dump truk (yang terguling) dengan mobil-mobil lain, ada dump truk juga. Berarti dump truk itulah yang mendorong mobil-mobil kecil itu sampai keluar dan terbakar,” kata Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi.

Kebakaran mobil tersebut merenggut enam nyawa. Mereka mengalami luka bakar. Sedangkan dua lagi korban tewas mengalami luka parah di tubuhnya. Total semua jadi delapan orang tewas. Empat orang luka berat dan 28 luka ringan.

Macet

Kecelakaan beruntun di Jalan Tol Cipularang, Senin kemarin, menimbulkan kemacetan panjang di jalur arah Bandung menuju Jakarta sejak siang.

Kendaraan mengular hingga 9 kilometer, karena proses evakuasi kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun membutuhkan waktu lama.

Untuk mengurai kemacetan, dilakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem contra flow atau lawan arah.

Sopir

Sopir dump truk kecelakaan tunggal yang diduga memicu tabrakan beruntun di Tol Cipularang tak di lokasi sesaat usai kecelakaan. Polisi masih mencarinya dan sudah mengantongi identitas pria tersebut. Polisi ingin meminta keterangan sopir tersebut agar memudahkan penyelidikan.

Investigasi

Kementerian Perhubungan menurunkan tim khusus untuk mengecek kecelakaan beruntun yang menewaskan delapan orang di Tol Cipularang. Kemenhub menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi, (KNKT) menginvestigasi faktor penyebab kecelakaan tersebut.

Baca Juga: Waspada, Penyebab Kecelakaan di Sidoarjo Terbanyak karena Kelelahan

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengakui Tol Cipularang kilometer 91 tempat kejadian itu rawan dan sering terjadi kecelakaan. Salah satu penyebabnya diduga karena kondisi geometrik jalan tersebut.

“Dari sisi geometrik jalan itu memang jalan agak tikungan dan kemudian turunan. Jadi kalau dari Bandung (arah Jakarta) pasti kecenderungannya adalah kecepatan tinggi. Kemudian sebelah kirinya kalau tak salah ada rest area,” ujar Budi.

Namun, untuk kepastiannya, Kemenhub akan melakukan investigasi melibatkan KNKT.

oknws.

LEAVE A REPLY