Akses Komunikasi Internet, SMS dan Telepon Kota Jayapura Dimatikan

0
318
Akses Komunikasi Internet, SMS dan Telepon Kota Jayapura Dimatikan.
ilustrasi

JAYAPURA, Nawacita – Situasi ‘panas’ masih menyelimuti Provinsi Papua. Akses komunikasi menggunakan telepon dan pesan singkat di Kota Jayapura pun dimatikan sejak pukul 15.30 WIT, Kamis (29/8/2019) ketika massa yang berunjuk rasa mulai menuju arah Kantor Gubernur Dok II Jayapura.

Dari pantauan kantor berita Antara dari Jayapura, Papua setelah akses internet diblokir selama kurang lebih dua minggu, kini akses komunikasi lainnya juga tidak dapat digunakan.

Subarna, salah satu warga Jayapura mengatakan bahwa dirinya gelisah karena tidak dapat menghubungi keluarga di rumah untuk mengecek situasi.

Baca Juga: Kericuhan Aksi Massa di Depan Kantor DPRD Nabire Papua

“Saya telepon berulang-ulang tapi tidak bisa, saya khawatir keluarga, jangan sampai masih ada yang di jalan,” katanya.

Senada dengan Subarna, Markus mengatakan setelah dipulangkan lebih awal oleh kantornya, dirinya juga agak takut untuk melewati rute jalan yang dilewati oleh massa pengunjuk rasa.

“Infonya di Abepura sudah rusuh karena ada aksi pembakaran, makanya kami yang bekerja di perbankan dipulangkan lebih awal,” katanya.

Berdasarkan informasi di lapangan, massa yang bergerak dengan berjalan kaki melempari setiap bangunan yang dilewati.

Sementara itu, massa yang menggunakan kendaraan bermotor bergerak membawa bendera-bendera yang dikibarkan.

sejumlah pusat perbelanjaan dan perkantoran yang ada di Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, memilih tutup karena demonstrasi besar-besaran yang dimulai sejak Kamis pagi.

Pantauan di lapangan, Saga dan Mega Abepura tutup, Kantor Distrik Abepura dan BPS Kota Jayapura serta Kanwil Kantor Pos Maluku dan Papua juga tutup. Begitu juga, sejumlah kafe dan hotel.

Di depan Kantor Samsat Papua nampak sejumlah ban bekas motor atau mobil dibakar oleh sejumlah warga.

Baca Juga: Warga Papua Gelar Aksi Damai ke Istana Merdeka

Yulika, salah satu pengunjung Grand Abe Hotel mengaku terjebak dan tidak bisa kembali ke rumahnya karena demo yang mulai terlihat anarkis.

“Kaca Grand Abe Hotel dilempar massa,” ungkapnya lewat sambungan telepon seluler.

Sementara itu, Hotel Horison Kotaraja yang baru diresmikan pada Juli lalu oleh Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano tidak luput dari lemparan batu massa pendemo yang berjalan ke arah pusat Kota Jayapura.

tampak sejumlah pecahan kaca berserakan di lantai satu pintu masuk hotel yang tak jauh dari Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP).

bsnws.

LEAVE A REPLY