Polda Maluku Utara Petakan Daerah Rawan Konflik Pilkada

0
504
Polda Maluku Utara saat upacara SPN Polda Malut di Sofif
Polda Maluku Utara saat upacara SPN Polda Malut di Sofif
Halmahera Nawacita – Menghadapi Pemilihan kepada Daerah pada tahun 2020 mendatang, pihak Kepolisian Daerah Maluku Utara melakukan pemetaan daerah rawan konflik, bahkan meyiapkan personil di jajarannya, guna menciptakan pemilu damai dan berkualitas.
Kapolda Malut Brigjen (Pol) Suroto melalui Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hendry Badar , Rabu (7/8/2019) mengemukakan, dalam menghadapi Pilkada 2020 ada beberapa ancaman yang telah dipetakan polda.
Ancaman tersebut ada pada beberapa poin, di antaranya ancaman karakteristik wilayah Malut yang merupkan wilayah kepulauan dan ancaman dari peserta pemilu itu sendiri.
“Yang pati potensi konflik itu yang pertama karakteristik wilayah dan yang kedua ada pada calon-calon peserta pemilu itu sendiri,” ungkapnya.
Katanya, dari sisi karakteristik wilayah kepulauan itu, ada pada beberapa wilayah seperti wilayah terjauh yakni wilayah Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), Kabupaten Kepualauan Sula (Kepsul), dan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel),” tuturnya.
Atas nama Kapolda Malut, dirinya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah Malut untuk bersama-sama menjaga situasi aman dan kondusif di wilayah masing-masing, karena untuk menjaga situasi aman dan damai bukan hanya menjadi tanggungjawab aparat keamanan TNI-Polri melainkan menjadi tanggungjawab bersama.
“Kita aprat keamanan tidak bisa bekerja tanpa ada dukungan dari masyarakat selaku mata dan telinga aparat,” harapnya.
Sekedar diketahui, Pilkada 2020 di Malut terdapat di dua Kabupaten dari 10 Kabupaten yang tidak ikut dalam kontestasi pemilu, di antaranya Kabupaten Pulau Mororai dan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).
kmprn

LEAVE A REPLY