Beberapa Negara Afrika Berebut Jasa Wijaya Karya (WIKA)

0
310
Beberapa Negara Afrika Berebut Jasa Wijaya Karya (WIKA).
Beberapa Negara Afrika Berebut Jasa Wijaya Karya (WIKA).

JAKARTA, Nawacita PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengklaim mendapatkan banyak tawaran pekerjaan konstruksi dari negara-negara di benua Afrika.

Mahendra Vijaya, Corporate Secretary Wijaya Karya mengungkapkan perseroan mendapatkan banyak tawaran pekerjaan dari negara-negara di Afrika. Kendati demikian, emiten berkode saham WIKA itu tidak dapat menerima semua proyek.

Dia menuturkan harus melakukan kajian mendalam untuk proyek luar negeri yang diambil. Hal itu khususnya menyangkut faktor risiko dan keamanan.

Baca Juga: Ini Alasannya, WIKA Gencar Ekspansi Offshore

Mahendra menuturkan ada beberapa negara di Afrika yang kini tengah dalam proses negosiasi.

“Calonnya banyak, ada Zanzibar, Madagaskar, Senegal, Rwanda, dan Pantai Gading,” ujarnya di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Pihaknya mengungkapkan beberapa proyek yang disasar antara lain infrastruktur, seperti jalan dan pelabuhan, apartemen, serta gedung bank sentral. Potensi total nilai kontrak yang dapat dikantongi perseroan mencapai Rp2 triliun.

Sebelumnya, Direktur Operasi III Wijaya Karya Destiawan Soewardjono menuturkan perseroan telah merealisasikan kontrak baru dari luar negeri Rp827 miliar pada Januari 2019-Juni 2019. Nilai tersebut didapatkan kontraktor pelat merah itu dari sejumlah negara.

Destiawan mengungkapkan masih membidik sejumlah proyek di luar negeri pada semester II/2019. Sebagai gambaran, WIKA mengincar proyek jembatan di Sarawak, Malaysia, dengan nilai sekitar Rp900 miliar.

Baca Juga: WIKA, PTPN VIII, dan RNI Kerjasama Kembangkan Kawasan Industri di Subang

Bahkan, perseroan juga tengah mengincar salah satu proyek perumahan di Pantai Gading. Nilai kontrak yang diincar perseroan dari negara itu sekitar Rp900 miliar.

Saat ini, lanjutnya, WIKA dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tengah melakukan negosiasi terkait nilai proyek, tata cara, dan terms pembayaran untuk proyek di Pantai Gading.

“Jadi kalau target semester II/2019 tercapai semua jadi Rp4 triliun sehingga capaian kontrak baru dari luar negeri menjadi Rp4,8 triliun tahun ini,” paparnya.

bsnws.

LEAVE A REPLY