WIKA, PTPN VIII, dan RNI Kerjasama Kembangkan Kawasan Industri di Subang

0
328
WIKA, PTPN VIII, dan RNI Kerjasama Pengembangan Kawasan Industri Subang.
WIKA, PTPN VIII, dan RNI Kerjasama Pengembangan Kawasan Industri Subang.

JAKARTA, Nawacita Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan kerja sama untuk menjajaki peluang investasi pengembangan kawasan industri di atas lahan seluas lebih dari 11.000 hektar di Subang.

Ketiga BUMN tersebut adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau WIKA, PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).

Fokus pembangunan dari tiga perusahaan ‘Pelat Merah’ tersebut akan diarahkan pada bangunan industri, perumahan, komersial, fasilitas publik beserta infrastruktur baik jalan, air dan gas serta yang lainnya.

Baca Juga: Wika Sebut Holding Perumahan Molor Tunggu Pilpres Berlalu

Nota kesepahaman bersama (Memorandum of Understanding/MoU) ditandatangani oleh langsung oleh Direktur Utama WIKA Tumiyana, Direktur Utama PTPN VIII Wahyu, dan juga Direktur Utama RNI B. Didik Prasetyo di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Direktur Utama WIKA Tumiyana menjelaskan, kerjasama yang terjalin diyakini memiliki prospek yang sangat baik. Subang dan dua daerah lainnya yaitu Majalengka dan Cirebon telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Segitiga Rebana dan diproyeksikan akan menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terbesar di Indonesia.

“Subang punya potensi yang sangat besar sebagai kawasan industri karena mendapatkan akses langsung melalui Tol Cipali ke Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati,” papar Tumiyana dalam keterangannya di Jakarta.

“Dengan demikian, kami mengharapkan kerjasama ini akan memberikan keuntungan yang signifikan kepada WIKA, PTPN VIII dan RNI,” imbuhnya.

Baca Juga: Ini Alasannya, WIKA Gencar Ekspansi Offshore

Dirinya menambahkan kedepannya, pertumbuhan Subang juga akan turut didongkrak dengan Kereta Cepat Jakarta Bandung. Kehadirannya diyakini akan menghidupkan tidak hanya pada kawasan yang dilalui namun berdampak pada sektor industrial baik di Jakarta maupun Jawa Barat.

Keuntungan lain yang akan didapatkan oleh Perseroan adalah dari segi portofolio pengembangan kawasan yang masuk dalam rencana strategis investasi. Pada belanja modal tahun 2019 sebesar Rp18,19 Triliun, 35,1% akan digunakan WIKA untuk pengembangan usaha di sektor building dan properti sementara 21,7% untuk pengembangan usaha infrastruktur.

Perseroan melihat, kedua sektor tersebut memiliki peran penting dalam upaya pengembangan kawasan.

wenws.

LEAVE A REPLY