Investasi dan Manufaktur, Kunci Pengembangan Jawa-Bali

0
346
Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam acara Konsultasi Regional Penyusunan Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 Wilayah Jawa dan Bali, di Hotel Shangri-La Surabaya.

JAKARTA, Nawacita — Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebutkan, investasi dan manufaktur menjadi kunci percepatan pembangunan Jawa dan Bali. Oleh karena itu, ia mengajak para pemerintah daerah untuk memudahkan proses investasi, terutama pada sektor manufaktur yang akan menjadi masa depan Indonesia.

Bambang menjelaskan, pembangunan lima tahun ke depan akan berfokus pada lima prioritas nasional sesuai arahan Presiden  Joko Widodo (Jokowi). Yaitu pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, mendorong investasi, reformasi birokrasi, dan penggunaan APBN.

 

Sementara itu, pembangunan wilayah Jawa dan Bali akan diarahkan untuk optimalisasi dan pengendalian pembangunan untuk keberlanjutan dengan empat strategi utama. Pertama, pengembangan pusat industri manufaktur, penghasil produk akhir dan produk antara yang berorientasi ekspor. “Upayanya dengan memanfaatkan teknologi tinggi menuju industri 4.0,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (30/7).

Kedua, Bambang menambahkan, mempertahankan lumbung pangan nasional. Ketiga, mengendalikan pembangunan untuk menekan laju alih fungsi lahan produktif dan menjaga kelestarian wilayah Jawa bagian selatan. Keempat, mengembangkan destinasi pariwisata berbasis alam, budaya, dan MICE.

Bambang mengatakan, prioritas pembangunan wilayah Jawa dan Bali antara lain penguatan ketahanan bencana di pantai selatan dan pantai barat Pulau Jawa. Hal ini dilakukan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan transportasi perkotaan, sanitasi, air bersih, pengelolaan sampah hingga transportasi massal multi moda di kawasan perkotaan terutama Metropolitan Jabodetabekjur, Kedungsepur, dan Gerbangkertasusila.

“Serta pengembangan Bali bagian utara,” katanya.

Untuk memaksimalkan pengembangan ini, Bambang menjelaskan, dibutuhkan kesesuaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang konsisten dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dua poin ini diharapkan dapat saling mendukung dan tidak kontradiktif, supaya tujuan pembangunan nasional dalam lima tahun ke depan dapat tercapai.

Bambang menyebutkan, salah satu arahan yang akan disinergikan adalah memudahkan proses investasi untuk pembangunan manufaktur. Sebab, Pulau Jawa akan diarahkan menjadi pusat industri yang berorientasi ekspor dan bukan berbasis pada komoditas.

“Perlu dukungan dari Bapak/Ibu untuk memberikan karpet merah bagi pengembangan industri, serta membangun kawasan industri yang memiliki konektivitas yang baik,” katanya dalam acara Konsultasi Regional Penyusunan  Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 Wilayah Jawa dan Bali, di Hotel Shangri-La Surabaya.

repblk

LEAVE A REPLY