Blok Masela Bakal Menyediakan Ratusan Ribu Lowongan Pekerjaan

0
2933
Blok Masela bakal Ciptakan Ratusan Ribu Lowongan Pekerjaan.
Blok Masela bakal Ciptakan Ratusan Ribu Lowongan Pekerjaan.

JAKARTA, Nawacita Sebanyak ratusan ribu pekerja diprediksi bakal terserap jika lapangan hulu minyak dan gas abadi Blok Masela bisa terwujud. Tentu saja hal ini merupakan kabar gembira bagi pencari kerja se-nusantara.

Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan, proyek Blok Masela adalah investasi kakap serta mempunyai efek berantai bagi ekonomi masyarakat. Apabila dikembangkan ke hilir, seperti produk petrochemical, tidak menutup kemungkinan bakal tersedia ratusan ribu lowongan.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengaku telah mengimbau investor dari Jepang INPEX Corporation sebagai pengembang proyek Blok Masela, bisa memberdayakan masyarakat sekitar pada khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya, untuk bekerja dalam proyek migas itu.
Baca Juga: Ayo Buruan Daftar!! PLN Buka Lowongan Kerja Maksimal Usia 45 Tahun
“Pemanfaatan tenaga kerja lokal dan nasional juga harus diserap sebanyak-banyaknya,” ungkap Presiden Jokowi di Istana Negara, Jumat (19/7/2019).

Presiden secara tegas menyatakan bakal secara kontinyu mengawal proyek pengembangan lapangan hulu minyak dan gas abadi Blok Masela yang dikerjakan oleh INPEX. Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga menyarankan supaya proses pengerjaan dapat segera dieksekusi, sehingga pada tahun 2027, Blok Masela sudah dapat mulai berproduksi.

“Efeknya nanti adalah capital inflow yang masuk ke kas negara bakal memberi pengaruh juga terhadap ekonomi Indonesia,” harap Presiden Jokowi.
Baca Juga: Kabar Baik, Pendaftaran 100.000 CPNS Dibuka Pemerintah Mulai Oktober 2019
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ignasius Jonan dilaporkan baru saja menandatangani revisi dokumen plan of development (PoD) lapangan hulu minyak dan gas Abadi di Blok Masela.

INPEX sendiri mengatakan, Blok Masela bakal menciptakan multiplier effect untuk penghasilan nasional hingga USD153 miliar atau yang setara dengan Rp2.142 triliun sampai 2055 mendatang. Klaim INPEX itu rupanya cocok dengan hasil penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), dan Universitas Pattimura Ambon (UNPATTI).

spnws.

LEAVE A REPLY