Tanggapan MUI Soal Pendapat Henry Boomerang Melegalkan Ganja sebagai Obat

0
761
Usulan Henry Boomerang Melegalkan Ganja sebagai Obat.
Usulan Henry Boomerang Melegalkan Ganja sebagai Obat.

BANDUNG, Nawacita – Belum lama ini, pemain bas (bassist) Boomerang, Hubert Henry Limahelu diamankan polisi karena mengkonsumsi ganja. Ia mengklaim ganja dapat mengobati penyakit bronkitis yang tengah diidapnya.

Kisahnya tak berbeda dengan Fidelis Arie Sudewarto, pria asal Kalimantan yang harus menjalani proses hukum karena kepemilikan ganja untuk pengobatan sang istri yang mengidap penyakit langka syringomyelia.

Lalu bagaimana pendapat agama dalam penggunaan ganja sebagai obat?

Sekretaris MUI Jawa Barat, Rafani Achyar mengatakan, kajian legalisasi ganja untuk pengobatan belum tuntas. Namun begitu, dari kajian yang pernah diikutinya, banyak pendapat yang menyatakan ganja tidak bisa digunakan untuk obat.

“Itu memang kajiannya belum tuntas yah. Tapi dari pendapat-pendapat yang sudah masuk itu yah, ganja enggak bisa pakai (untuk) obat, tetap unsur memabukkannya, unsur mudharatnya lebih banyak dari pada manfaatnya, karena itu tetap haram,” kata Rafani, saat dihubungi, Jumat (19/7/2019).

Dengan begitu, pihak MUI Jabar menolak apapun dasar yang menjadikan ganja sebagai obat. MUI khawatir legalisasi ganja akan memunculkan penyalahgunaan daun tersebut.

“Apalagi nanti kalau ini dilegalkan, orang kan bisa berdalih untuk obat untuk apa gitu, tapi nanti dioplos lagi, dicampur lagi, jangankan ada legalisasi untuk obat, tidak adapun orang begitu merekayasa yah,” ucap dia.

Soal dalih orang-orang yang beranggapan ganja dapat menyembuhkan beberapa penyakit, menurutnya pun harus dinilai dari keseriusan penyakit dan tindakan medisnya terlebih dahulu.

Baca Juga: Mitos Soal Tidur yang Dapat Mempengaruhi Kesehatan

“Makan babi pun boleh kalau dalam keadaan darurat, tapi ukuran daruratnya harus jelas. Tapi kan sekarang darurat dibutuhkan ganja itu seperti apa? Kecuali orang nyasar di tengah hutan enggak ada apa-apa kalau enggak makan dia mati, ada babi baru dia boleh, keadaan daruratnya jelas. Kalau sekarang obat masih banyak, masih macem-macem,” katanya.

Maka begitu, pihaknya pun tidak merekomendasikan apapun landasan dasar yang menyebutkan ganja dapat digunakan sebagai obat.

“Kita tidak rekomendasi, karena banyak tidak manfaatnya,” imbuhnya.

oknws.

LEAVE A REPLY