PDIP Mendukung Pertemuan Jokowi-Prabowo di Bulan Juli

0
333
Jokowi dan Prabowo Berpelukan.
Jokowi dan Prabowo Berpelukan.

JAKARTA, Nawacita – Rencana pertemuan antara Jokowi dan Prabowo Subianto mendapat dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan partainya mendukung pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto yang direncanakan berlangsung Juli 2019.

“Kami mendukung pertemuan itu, mereka adalah dua sahabat. Mereka sudah menyampaikan kepada masyarakat bahwa apapun keputusan MK tidak akan merenggangkan hubungan keduanya,” kata Hendrawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Baca Juga: PDIP Serahkan Jatah Kursi Kabinet ke Megawati

Hendrawan berharap pertemuan Jokowi dan Prabowo itu dapat membuat suasana menjadi adem karena akar rumput para pendukung melihat dua sahabat tersebut bertemu.

Hendrawan menginginkan lingkaran kedua tokoh segera mencari waktu dan mempercepat terlaksananya pertemuan tersebut karena berdampak positif bagi para pendukung kedua pihak.

“Itu berarti menghembuskan semangat kebersamaan, menjahit kembali perbedaan yang terjadi. Saya kira bagus, silaturahim itu esensial dalam kehidupan kita sebagai bangsa,” ujar Hendrawan.

Selain itu, Hendrawan mengatakan, dalam konstitusi Indonesia tidak ada istilah koalisi dan oposisi, yang ada adalah gabungan partai politik yang mengusulkan pasangan capres-cawapres.

Hendrawan menekankan bahwa demokrasi Indonesia adalah gotong royong, artinya semua pihak kerja bersama untuk bangsa secara gotong royong.

Sebelumnya, anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade menegaskan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan bertemu dengan Presiden terpilih Joko Widodo pada Juli 2019.

Baca Juga: PDIP: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Tinggal Tunggu Waktu

“Prabowo akan bertemu dengan Jokowi insya Allah bulan Juli ini, dalam pertemuan itu kita berharap seluruh polarisasi itu bisa menurunkan tensi  antara pendukung,” kata Andre di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/7).

Andre mengatakan kedua tokoh tersebut merupakan sosok negarawan dan harus menunjukkan kepada seluruh masyarakat bahwa setelah kompetisi Pemilu Presiden 2019, sudah saatnya bergandengan tangan, bersatu kembali membangun bangsa.

Menurut dia, silaturahmi itu bukan diartikan sebagai “politik dagang sapi” namun bertujuan bergandengan tangan merajut kebersamaan sebagai anak bangsa.

bsnws.

LEAVE A REPLY