Perhutani Saradan Kejar Pendapatan dari Jagung, Padi & Ketela

0
664
Jagung Perhutani Saradan

Madiun, nawacita – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan berkomitmen untuk terus memperbaiki kinerjanya, salah satunya menggenjot perolehan pendapatan dari hasil hutan bukan kayu (HHBK). Hal itu dibuktikan dengan perolehan pendapatan pada triwulan satu yang membukukan uang sebesar Rp. 1,1 Milyar lebih dari kegiatan kerjasama tanaman agroforestry.

Perolehan itu berasal dari komoditi jagung, padi dan ketela yang ditanam secara tumpangsari pada musim tanam pertama, kata Administratur Perhutani KPH Saradan Noor Rochman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/5/2019).

Melihat hasil pada musim tanam pertama itu dia yakin jika target pendapatan dari agroforestry tahun 2019 nanti bakal melampaui, katanya.  “Apalagi pada musim tanam kedua nanti selain panen jagung dan padi, diwilayahnya juga akan panen raya umbi porang sekitar bulan Juli hingga Agustus, imbuhnya.

Dalam keterangannya itu Noor Rochman juga mengaku kalau tanaman agroforestry yang dikerjasamakan dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) tahun 2019 diwilayah kerjanya saat ini seluas 2.432 hektar. Dari keluasan itu kata dia, pihaknya hanya ditarget pemasukan Rp. 1,3 Milyar. 

“Jika dibandingkan dengan luas tanaman agroforestry tahun 2018 yaitu seluas 4.552 hektar, maka luas tanaman tahun 2019 tersebut lebih kecil, apalagi target tahun 2018 sebesar Rp. 2,1 Milyar hanya tercapai Rp. 1,4 Milyar”, terangnya.

Peningkatan pemasukan untuk Perhutani, kata Noor Rochman juga akan meningkatkan pendapatan petani hutan yang memanfaatkan lahan Perhutani. Dampak positif lain dari kerjasama tanaman agroforestry dengan LMDH ini adalah menjadikan tanaman pokok kehutanan yang ditanam bersama dengan tanaman tumpangsari ikut terjaga oleh mereka, ujarnya.

Selain itu pengembangan pertanian tanaman pangan di lahan hutan menurut Noor Rocman juga sebagai penopang kehidupan masyarakat sekitar hutan dengan tetap menjaga peranannya sebagai stabilisasi dan peningkatan fungsi ekosistem, pungkasnya. bdo

LEAVE A REPLY