50 Startup Kuliner Terpilih Ikuti Food Startup Indonesia 2019

0
383
asubdit Dana Masyarakat Bekraf, Hanifah Makarim (menggunakan batik merah); perwakilan Foodlab Indonesia, Bonnie Susilo (menggunakan kemeja hitam) dan Yustinus Agung (menggunakan kemeja batik) saat Sosialisasi Demoday Food Startup Indonesia (FSI) 2019 pada Jumat (3 Mei 2019) di New Innovator Room, Yello Hotel Harmoni Jakarta.

Bekraf, Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah menentukan 50 peserta Demoday Food Startup Indonesia (FSI) 2019. 50 pengusaha rintisan (startup) kuliner tersebut telah lolos seleksi dari 719 pendaftar. Demoday FSI 2019 akan digelar Bekraf pada 5 s.d 10 Juli 2019 di Surabaya.

50 startup peserta Demoday FSI 2019 berhak mengikuti pameran produk kuliner melalui Kreatifood (5 s.d 7 Juli 2019), meningkatkan kapasitas usaha dengan mentoring bersama mentor ahli di bidang kuliner (8 s.d 9 Juli 2019), dan presentasi (pitching) di hadapan juri dan investor (10 Juli 2019).

Kasubdit Dana Masyarakat Bekraf, Hanifah Makarim menuturkan, “FSI mendorongstartup kuliner untuk memaksimalkan kesempatan mereka scale up dan menjawab tantangan kuliner dunia dengan teknologi pangan yang mereka miliki dan kembangkan,” saat pengumuman dan sosialisasi Demoday FSI 2019 pada Jumat (3 Mei 2019) di New Innovator Room, Yello Hotel Harmoni Jakarta.

Sebagai platform yang menghubungkan startup kuliner dengan ekosistem yang terintegrasi, tujuan FSI adalah meningkatkan kapasitas dan akses permodalan startup kuliner.

Peserta Demoday FSI 2019 berkesempatan mengikuti direct mentoring, business coaching, mendapat akses permodalan, sekaligus akses pemasaran. Bekraf memberikan akses permodalan dengan mengundang perbankan, angel investor, korporasi, dan perusahaan modal ventura pada Demoday FSI 2019.

Diharapkan startup kuliner bukan hanya bisa mengakses permodalan, tetapi juga mampu mengembangkan kapasitas produksi, meningkatkan kapasitas diri, dan memasarkan secara luas hasil produksi mereka.

Keunggulan startup kuliner yang mengikuti Demoday FSI 2019 antara lain terhubung dengan ekosistem kuliner, yaitu komunitas FSI, FSI accelerator, korporasi, akses permodalan, dan akses pemasaran dalam maupun luar negeri.

Kurasi peserta Demoday FSI 2019 dilakukan berdasarkan pitchdeck yang informatif, singkat, dan jelas. “Rekam jejak bisnis pendaftar adalah salah satu penilaian kami dalam menentukan peserta Demoday FSI 2019,” ucap perwakilan Foodlab Indonesia, Yustinus Agung.

Kasubdit Dana Masyarakat, Hanifah Makarim menambahkan informasi pendaftar Demoday FSI merata dari berbagai daerah di Indonesia, kecuali Papua. Adapun jumlah pendaftar terbanyak berasal dari Jawa Timur dan kategori produk yang mendominasi adalah produk siap dikonsumsi.

LEAVE A REPLY