Berkat Dukungan Solid Warga NU Paslon 01 Menang di Jatim

0
230
Calon Wakil Presiden (Cawapres), KH Maruf Amin saat acara Silaturahim Kebangsaan Dari Jatim Merajut Persatuan Indonesia di Kantor PWNU Jatim.
Calon Wakil Presiden (Cawapres), KH Maruf Amin saat acara Silaturahim Kebangsaan Dari Jatim Merajut Persatuan Indonesia di Kantor PWNU Jatim.

SURABAYA, Nawacita – Calon Wakil Presiden (Cawapres), KH Ma’ruf Amin meyakini bahwa di Jawa Timur (Jatim), pasangan calon (paslon) nomor urut 01 meraih kemenangan hingga 69%. Kemenangan yang cukup tinggi tersebut salah satunya karena dukungan yang kuat dari warga Nahdliyin.

Ma’ruf mengatakan, kemenangan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin sangat ditentukan dari perolehan suara di Jatim, Jawa Tengah (Jateng) dan Yogyakarta. Perolehan suara di ketiga provinsi itu sangat besar.

“Perolehan suara di Jatim sangat besar buat 01. Kalau Pemilu 2014, suaranya 53 persen, maka di Pemilu 2019, raihan suaranya naik menjadi 69 persen,” ujarnya saat acara Silaturahim Kebangsaan ‘Dari Jatim Merajut Persatuan Indonesia’ di Kantor PWNU Jatim, Minggu (28/4/2014).

Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menuturkan salah satu keberhasilan Jatim penyumbang suara besar bagi Jokowi-Ma’ruf yaitu NU. Baik NU secara struktural maupun kultural. Kekuatan tersebut sangat solid mendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

Kalau ada satu dua warga NU yang mendukung Prabowo-Sandiaga Uno, itu merupakan hal yang biasa. Namun, secara umum kesolidan NU sangat luar biasa.

“Ini merupakan sebuah kebanggaan warga NU dijadikan sebagai pimpinan nasional. Biasanya NU berada di belakang. Biasanya ada di hilir, sekarang NU sudah ditarik ke hulu. Artinya, NU ikut diajak berperan membangun bangsa. Tapi, ini sekaligus juga sebagai ujian. Bisa tidak NU melaksanakannya,” kata Ma’ruf.

Dengan sangat percaya diri, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan bahwa jika NU diajak maka akan memperoleh kemenangan. Namun jika tidak diajak, NU akan tetap berpartisipasi untuk bangsa dan negara.

“Ke depan, kita menghadapi tugas berat. Terutama merajut hubungan kembali warga NU yang sebelumnya terpecah belah. Bahkan ada yang bilang di Pilpres ini perang,” terangnya.

Meski di sejumlah hasil hitung cepat paslon nomor urut 01 unggul, namun dirinya belum berani mengklaim menang. Sebab, kemenangan sementara ini baru sebatas penghitungan cepat dari lembaga survei.

“Saya baru siap-siap, belum menang. Pemilu sudah aman, semoga setelah pengumuman tetap aman. Saya harap semua bisa menerima hasil apapun pilpres. Kan sebelumnya sudah mengatakan siap menang dan kalah,” ucapnya.

sdnws.

LEAVE A REPLY