Grace Natalie: Kalau PSI Mati, Saya Akan Golput Seumur Hidup

0
377
Grace Natalie.
Grace Natalie.

Jakarta Nawacita – Hasil hitung cepat Pemilu Legislatif sejumlah lembaga survei menempatkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di salah satu posisi buncit. Partai yang dipimpin Grace Natalie ini hanya meraih sekitar 2 persen suara.

Data CSIS-Cyrus Network menunjukkan PSI meraih 1,90 persen suara. Sementara berdasarkan quick count Indo Barometer, PSI meraih 2,07 persen. Selanjutnya, Charta Politika memperlihatkan perolehan suara PSI 2,11 persen, dan 2,35 persen dalam hitung cepat LSI Denny JA.

Gagal lolos ke Senayan tak menyurutkan perjuangan PSI. Grace Natalie justru menyebut hal ini sebagai sebuah “keberhasilan.” Sebab mereka baru berjuang dua tahun sebagai partai baru, namun berhasil mengumpulkan 3 juta suara. PSI pun menguasai daerah pemilihan luar negeri. Padahal, mereka tak disokong modal besar.

Kini setelah PSI gagal lolos ke DPR RI, Grace memastikan partainya itu akan tetap hidup demi menyongsong pesta demokrasi 2024. Grace bahkan menyatakan, jika sampai PSI mati, ia akan golput di pileg seumur hidup.

Dalam masa kampanye yang panjang, bully menjadi sebuah ‘rutinitas’ yang harus dihadapi oleh Grace. Mulai dari teror ke telepon pribadinya hingga serangan ke akun medsosnya.

Bagaimana sukaduka sang Ketua Umum PSI selama masa kampanye, dan bagaimana rencananya ke depan untuk PSI? Berikut wawancara kumparan dengan Grace Natalie di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (22/4)

Bagaimana perasaan Anda setelah kampanye kurang lebih 7 bulan?

Kalau sekarang sudah lega ya. Karena kita sudah berlari tanpa henti, sudah enggak ingat kapan terakhir kali tidur panjang. Setiap malam, setiap ketiduran di mana pun mimpinya PSI. Jadi sekarang baru bisa napas agak lega setelah maratonnya selesai. Sampai hari pencoblosan sebenarnya masih optimistis karena kita melihat perjuangan kami direspons positif oleh masyarakat.

Ya kita tidak tahu persisnya angka berapa, karena pemilih PSI itu kebanyakan rasional, kritis, berpendidikan. Orang orang ini kalau disurvei cenderung tertutup. Makanya kita tidak terlalu menjadikan survei-survei itu sebagai patokan.

Karena kalau kita lihat terjadi juga pada NasDem pada tahun 2014. Sebelum pemilu angka mereka 3 koma tapi pas pemilu nilainya loncat jadi 6. PKS juga gitu, dalam survei 2,9 loncat 6 koma.

Bagaimana Anda menilai perjuangan kader-kader PSI?

Buat saya sih kerja dari teman-teman ini tidak mengecewakan. Terbukti di luar negeri, jadi memang sasaran kita di kantong kantong yang pemilihnya itu rasional, kritis, dan berpendidikan. PSI direspons dengan baik. Di banyak kota besar di luar negeri PSI unggul. Kalau enggak nomor 1, nomor 2, hampir di seluruh kota kota besar bahkan nomor satu.

Kemudian di kota-kota besar yang pemilihnya rasional PSI masuk 5 besar. Di Jakarta 4 besar, di Semarang 3 besar. Dan kita masih menunggu di tempat lain seperti apa. Di Sulut kita juga dapat DPRD, NTT juga dapat, bahkan di Aceh diprediksi dapat.

Jadi menurut Anda, pencapaian di Pileg meski tak lolos presidential threshold itu prestasi?

Ini buat kami prestasi. Kenapa? Karena selama ini politik kita mengharuskan punya figur. Waktu itu PSI berdiri di awal, PSI bisa mendapat tempat di masyarakat karena tidak punya figur. Bahkan saya tidak bisa disebut figur. Kemudian kami tidak menggunakan money politics, kami tidak menggunakan politik sembako.

Kita juga tidak ingin orang memilih PSI karena dikasih sesuatu tapi karena agenda perjuangannya sesuai dengan masyarakat. Jadi kita berhasil mematahkan selama ini teori politik harus ada figur, harus bisa ngasih masyarakat sesuatu, harus menjanjikan sesuatu. Kan banyak nih serangan fajar, kita tidak pakai itu.

Dan betul dengan agenda yang tegas dan jelas dan terbukti ada basisnya, 3 juta orang yang mau milih PSI bukan karena timbal balik sesuatu. Kalau figur kan bisa hilang, faktor usia dan sebagainya.T api kalau orang percaya sama nilai, dia akan konsisten dan terus berkembang. Ini modal yang bagus.

Bagaimana kondisi psikologis kader-kader PSI setelah tahu partai gagal lolos parliamentary threshold?

Ya wajarlah kalau ada yang sedih. Karena banyak di antara mereka yang meninggalkan pekerjaan. Dan pekerjaannya bagus bagus. Mereka keluar dari zona nyaman, mereka tidak punya pengalaman politik praktis. Mereka betul betul door to door setiap hari. Punya harapan besar yang ingin punya kontribusi untuk politik Indonesia.

Tentu ada sedihnya, karena kita sudah berjuang untuk politik Indonesia. Makanya kalau lihat sosialisasi kita sering kali kalau pun mereka dapilnya sama, mereka rival, tetapi di event yang sama, mereka sama sama.

Misalnya warga ngundang caleg A di dapil yang sama, caleg B di dapil 3. Mereka bareng-bareng tuh. Ikut beresin kursi, jadi MC (master of ceremony), itu biasa di PSI. Karena motivasinya enggak apa-apa belum pasti lolos, yang penting, dengan saya blusukan ikut menambah suara PSI. Karena kita tahu butuh 7 juta. Jadi mentalitas seperti ini banyak, makanya dari awal sikut-sikutan antarcaleg tidak kental. Karena cita cita kami untuk partai lebih besar.

Apa artinya 3 juta suara untuk Anda sebagai Ketua Umum PSI?

Tiga juta suara ini sangat berarti. Ini amanah yang harus kita jaga baik baik. Tiga juta pemilih rasional, kritis. Jadi kita optimistis mereka tetap bersama PSI pada tahun 2024. Sehingga sangat mungkin terjadi multiplikasi. Banyak juga yang men-support PSI, selamat ya mbak. Kita tetap konsisten pada perjuangan. Kalau 3 juta orang ini memilih karena sesuatu, mereka langsung hilang ke mana begitu pemilu selesai.

Pemilih 3 juta ini adalah yang mengerti perjuangan PSI. Mau memilih karena akal. Ini modal yang bagus buat kami.

Seperti apa evaluasi internal setelah gagal ke Senayan?

Coba kita bandingkan dengan partai yang diam-diam saja. Jadi buat kami ini nilai nilai perjuangan yang ketika di mana pun kami berada, kami akan tetap melawan korupsi dan intoleransi. Justru publiknya yang harus diedukasi. Ini jadi ancaman serius dan nyata. Jadi kami enggak akan mundur. Publik yang harus tahu kalau kita main main di politik identitas maka yang akan dikorbankan persatuan dan kesatuan bangsa

Seberapa signifikan faktor Jokowi dalam perolehan suara PSI?

Pemilih PSI kan pendukung Jokowi. Jadi tetap ada dasar pengikatnya. Jadi buat pemilih, sama Jokowi dulu atau enggak nih. Terus baru partainya apa. Jadi itu filter awal, kan PSI juga berpolitik karena Pak Jokowi karena kami terinspirasi beliau.

Kemudian buat pemilih Pak Jokowi kemudian, oh partainya apa nih. Buat pemilih rasional mereka akan memilih yang bisa menyuarakan aspirasi mereka.

Tapi kalau kita bicara coattail effect, yang dapat hanya PDIP.

Apa saja suka-duka memimpin PSI?

Susahnya mungkin waktu buat keluarga otomatis sangat sangat terpotong. Dan semuanya kita lakukan. Jadi multi-job. Kampanye iya, kampanye nasional iya, kampanye di dapil iya, fundraising juga. Belum lagi TKN. Semua semuanya deh. Kita kalau bisa membelah diri, membelah diri deh. Ditambah lagi ketika PSI membawa gagasan berbeda banget, enggak ikut arus, tentu adalah kelompok masyarakat yang tidak biasa, kaget, mem-bully dan sebagainya.

Kalau kita enggak pernah menempa, kita enggak tahu kita sekuat apa. Dan saya mengalami penempaan yang luar biasa dalam waktu 2 tahun ini, yang gila gilaan. Dari yang sensitif sampai sekarang sudah kebal nih, mau dikataim apapun enggak mempan.

kmprn

LEAVE A REPLY