Ketua KPU di Papua Diduga Dikeroyok oleh Caleg dan Keluarganya

0
192

Jayapura Nawacita – Ketua KPU Kabupaten Dogiyai, Papua, Andarias Gobay, dikeroyok oleh 6 orang di Distrik Piyaye yang diduga dilakukan oleh massa dari salah satu calon legislatif (caleg) dari keluarga Wakil Bupati Dogiyai pada Minggu (22/4).

Aksi kekerasan tersebut terjadi di saat Andarias hendak menjemput logistik Pemilu bersama 8 petugas lainnya di Lapangan Terbang Distrik Piyaye.

“Logistik tiba-tiba dirampas oleh caleg dan keluarganya yang berada di lapangan terbang. Saya sempat merampas kembali logistik itu dari tangan keluarga caleg. Tapi, saya ditendang, dipukul dari belakang, dikeroyok oleh 6 orang dan mereka (keluarga caleg) membawa kabur logistik itu,” jelas Andarias, melalui telepon selulernya, Senin (22/4) pagi.

Tak hanya mengalami kekerasan, helikopter yang disewa oleh KPU Dogiyai untuk mengangkut logistik Pemilu juga dirampas oleh caleg dan keluarganya.

Andarias menyebutkan caleg dan keluarganya membawa kabur logistik Pemilu dari Distrk Piyaye dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 7.666 orang.

“Saat ini, 8 petugas Pemilu masih terlantar di Distrik Piyaye,” jelas Andarias.

Andarias yang saat ini telah berada di Moenamani, Kabupaten Dogiyai, akan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Dogiyai.

“Indikasinya para caleg dan keluarganya merampas logistik karena tak ada suara yang berpihak kepada mereka. Ini kan suara rakyat,” ujar Andarias.

Distrik Piyaye merupakan distrik terjauh di Kabupaten Dogiyai, untuk mencapai ke lokasi harus ditempuh dengan helikopter selama 45 menit dari Moenamani.

Komisioner Bawaslu Papua, Ronald Manoach, menuturkan, perhitungan suara caleg belum masuk pada fase puncak. Nantinya fase puncak berada saat perhitungan rekap di distrik atau kabupaten dan ada indikasi akan menambah kompleksitas masalah, khususnya bukan hanya lintas partai, namun bisa juga bermasalah di internal caleg pada masing-masing partai politiknya.

Ronald menyebutkan kasus yang menimpa Ketua KPU Dogiyai masuk dalam pidana Pemilu dan ada baiknya dilaporkan kepada bawaslu setempat juga kepolisian.

“Ranahnya nanti gakkumdu akan menindaklanjuti masalah ini. Jangan dibalas lagi dengan kekerasan dan biarkan ini ditangani gakkumdu,” ujar Ronald, Senin (22/4).

Bawaslu Papua mengklaim dari pengamatan saat supervisi di daerah pegunungan tengah Papua, indikasi ketidakpuasan para caleg dan parpol akan berujung tindakan arogan.

“Fenomena ini sudah diprediksi awal, untuk kekerasan caleg dan parpol. Semua pihak, bawaslu, kpu dan pihak pengamanan bersinergi dan berstrategi untuk hal yang lebih baik,” jelasnya.

kmprn

LEAVE A REPLY