Catatan Sejarah 8 April: Pembangunan London Array Dimulai Hingga Kurt Cobain Ditemukan Tewas

0
385
Vokalis band Grunge, Nirvana, Kurt Donald Cobain.
Vokalis band Grunge, Nirvana, Kurt Donald Cobain.

JAKARTA – Pada 8 April 1994, Vokalis band Grunge, Nirvana, Kurt Donald Cobain ditemukan tidak bernyawa di kediamannya di Seattle, Washington. Cobain disinyalir telah meninggal sejak 5 April 1994 karena diduga bunuh diri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Cobain sempat dirawat di panti rehabilitasi sebelum tewa atau tepatnya pada 30 Maret 1994. Namun, Cobain melarikan diri dari panti rehabilitasi dan menghilang.

Istri Cobain, Courtney Love menyewa seorang penyidik swasta untuk mencari keberadaan suaminya. Kemudian, pada 8 April 1994, Cobain ditemukan sudah tidak bernyawa di rumahnya di Lake Washington.

Dalam saku jaketnya, terselipkan sepucuk surat ‎tentang kehidupannya yang memaksa dirinya untuk tampil menjadi seorang bintang serta masalalu dan keluarganya.

Pembangunan London Array (Ladang Angin Lepas Pantai Terbesar di Dunia)

‎Selain ditemukannya Kurt Cobain meninggal, pada 8 April juga terjadi momen penting dan bersejarah bagi umat manusia. Yakni, pembangunan fase I London Array atau ladang angin lepas pantai di Delta Sungai Thames, Britania Raya.

London array merupakan ladang angin lepas pantai terbesar di dunia dengan kapasitas nominal mencapai 1.000 Megawatt. London Array sendiri menyuplai listrik ke seluruh London Raya‎.

Kelahiran Kofi Annan sang Sekjen PBB

Dia adalah sosok yang sempat menjadi utusan khusus bersama PBB-Liga Arab untuk penyelesaian konflik Suriah. Dia juga memimpin Komisi PBB untuk menyelidiki krisis di Rohingya. Dia adalah Kofi Annan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB yang ke-7.

Kofi Annan adalah seorang aktivis HAM asal Ghana kelahiran Kumasi, Ghana. Setelah menyelesaikan pendidikannya di beberapa universitas, termasuk di MIT, Annan kemudian bergabung dengan PBB.

Saat menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Penjaga Perdamaian di Rwanda pada tahun 1994, Annan mendapatkan kritikan dari Komandan Pasukan UNAMIR, Jenderal Romeo Dallaire.

Dallaire mengatakan bahwa Annan tidak cepat tanggap saat ada genosida suku Tutsi. Annan tidak memberikan izin pasukan UNAMIR ke gudang senjata, yang jika diberikan, pasukan UNAMIR akan mampu melindungi pembantaian suku Tutsi.

Namun, di sisi lain, Dallaire memuji Annan sebagai seorang tokoh yang sangat tinggi komitmennya terhadap prinsip-prinsip pembentukan PBB.

Tahun 1995, Annan ditugaskan sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB ke bekas Yugoslavia. Di Yugoslavia, Annan bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Chief Military Observer PBB. SBY kelak menjadi Presiden Indonesia.

13 Desember 1996, Kofi Annan diangkat menjadi Sekjen PBB, dan dilanjutkan hingga tahun 2012. Sebagai Sekjen, Annan mereformasi birokrasi di PBB, memulai program melawan HIV di Afrika. Annan mendapatkan Nobel perdamaian pada tahun 2001.

oknws.

LEAVE A REPLY