10 Perusahaan Terbesar Pengendali Jaringan Restoran di Dunia

0
441
Salah Satu Perusahaan Pengendali Jaringan Restoran Terbesar Dunia.
Salah Satu Perusahaan Pengendali Jaringan Restoran Terbesar Dunia.

SINGAPURA, Nawacita – Nama-nama restoran yang menyajikan makanan cepat saji seperti Kentucky Fried Chicken (KFC), Pizza Hut, Burger King, Dunkin Donuts, Auntie Anne’s, sudah tidak asing lagi bagi Anda. Gerai mereka banyak ditemui di pusat perbelanjaan maupun di kota-kota besar.

Tetapi bila ditanya nama perusahaan dibalik mereka? Kebanyakan kita tentu tidak mengenal. Mungkin yang ada di benak kita, justru lebih baik menikmati hidangan cepat saji tersebut daripada memikirkan nama perusahaan.

Dibalik bisnis restoran cepat saji yang menggurita dan mengglobal, hanya ada 10 perusahaan besar yang menguasai jaringan restoran dengan merek-merek terbesar dunia.

Berikut 10 perusahaan besar yang mengendalikan 50 jaringan restoran cepat saji terbesar dunia, yang dilansir dari Business Insider, Sabtu (30/3/2019):

 

1.Yum Brands
Yum Brands adalah pemilik dari jaringan restoran KFC, Pizza Hut, dan Taco Bell. Presiden dan Chief Financial Officer (CFO) Yum Brands, David Gibbs, mengatakan untuk menguasai jaringan bisnis restoran cepat saji adalah dengan membangun skala perusahaan.

“Kami tidak perlu mengakuisisi restoran lain untuk membangun skala karena kami sudah memiliki skala. Dan membangun skala adalah hal sangat penting,” ujarnya kepada Business Insider.

Dalam upaya membangun skala, Yum Brands membeli saham GrubHub sebesar USD200 juta, untuk membangun jasa pengiriman produk makanan cepat saji mereka.

“Sekali lagi, membangun skala adalah hal penting. Itulah mengapa banyak perusahaan lain yang keluar dari bisnis ini dengan konsep baru, tetapi lupa membangun skala mereka sendiri,” kata Gibbs.

2.Restaurant Brands International
Restaurant Brands International adalah perusahaan induk dari Burger King, Tim Hortons, dan Popeyes.

Berbeda dengan Yum Brands, Chief Executive Officer (CE) RBI, Daniel Schwartz, menjelaskan untuk membangun skala perusahaan adalah melakukan akuisisi merek-merek besar ternama.

“Mungkin orang melihat kami oportunis. Tetapi kami mengakuisisi tiga merek luar biasa dan kami melihat merek tersebut memiliki potensi pertumbuhan global yang besar,” terangnya.

Ke depan, Schwartz mengatakan Restaurant Brands International akan mengakuisisi beberapa merek “ikonik” lainnya untuk meningkatkan potensi pertumbuhan perusahaan secara jangka panjang dan signifikan.

3.Darden Restaurants
Darden Restaurants adalah perusahaan yang berbasis di Orlando, Florida, Amerika Serikat, yang menguasai delapan jaringan restoran cepat saji, diantaranya Olive Garden, LongHorn Steakhouse, dan Scratch Kitchen Cheddar.

CEO Darden, Gene Lee, mengatakan bisnis restoran cepat saji tidak berubah dalam 40 tahun terakhir. Karena pada hakikatnya, selama manusia hidup pasti memerlukan makanan.

Dan untuk mengembangkan perusahaan, ia memadukannya dengan kemajuan teknologi untuk memudahkan dan memberi kenyamanan bagi konsumen. “Pada dasarnya, kami tetap melakukan hal yang sama. Hanya saja kini memadukan dengan kemajuan teknologi. Hal ini untuk bisnis yang berkelanjutan, yaitu memberikan pelayanan agar konsumen menjadi lebih nyaman,” katanya.

4.JAB Holding
Salah satu perusahaan raksasa makanan dan minuman (mamin) adalah JAB Holding, yang memiliki jaringan mamin seperti Krispy Kreme, Panera, Caribou Coffee, Au Bon Pain, Pret A Manger, Keurig Dr. Pepper dan air minum dalam kemasan Core.

5.Focus Brands
Focus Brands adalah pemilik waralaba dan operator di belakang Carvel, Cinnabon, Schlotzsky’s, Jamba Juice, Grill Southwest Moe, Bibi Anne’s, McAlister’s Deli, dan Seattle’s Best Coffee.

Perusahaan ini dimiliki oleh perusahaan ekuitas Roark Capital, yang berencana melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di tahun ini. Bisnis Roark berkembang melampaui makanan dan minuman, mereka juga memiliki saham di Anytime Fitness–jaringan pusat kesehatan dan kebugaran–dan Drybar, sebuah jaringan salon kecantikan.

6.Inspire Brands
Pada September 2018, Inspire Brands mengumumkan mengakuisisi jaringan restoran burger Sonic sebesar USD2,3 miliar. Kesepakatan ini menambah daftar jaringan restoran mereka, selain Arby, Buffalo Wild Wings, dan Rusty Taco.

CEO Inspire Brands, Paul Brown, mengatakan alasan mengakuisisi jaringan burger Sonic, karena mereka adalah merek terkenal yang pernah mengalami kesuksesan besar.

“Kami menyukai merek-merek hebat yang pernah melalui kesuksesan besar. Mungkin mereka saat ini sedang berada di posisi bawah. Tapi kami mengambil mereka karena yakin mereka akan kembali di jalurnya,” terang Paul Brown kepada Business Insider.

7.Bloomin’ Brands
Bloomin’ Brands adalah perusahaan induk dari jaringan restoran Outback Steakhouse, Carrabba’s Italian Grill, Bonefish Grill, dan Fleming’s Prime Steakhouse. Pada tahun 2018, investor mendorong perusahaan untuk melakukan spin off atau menjual beberapa jaringan restoran dan hanya fokus pada Outback Steakhouse.

8.Brinker International
Brinker International adalah pemilik jaringan restoran cepat saji Chili’s Grill & Bar dan Maggiano’s Little Italy. Sebelumnya, perusahaan telah memiliki jaringan restoran Macaroni Grill Romano, On the Border, dan Corner Bakery Cafe.

9.Golden Gate Capital
Perusahaan pemilik jaringan restoran Bob Evans, California Pizza Kitchen, dan Red Lobster. Selain berbisnis makanan restoran cepat saji, perusahaan ini juga pemilik jaringan pakaian Eddie Bauer, ritel Pacific Sunwear of California, dan Next Model Management.

10.Jollibee Foods Corporation
Perusahaan ini terkenal dengan produk makanan Jollibee dan restoran Rick Bayless. Pada 2018 kemarin, mereka mengakuisisi Tortas Frontera dan Smashburger untuk meningkatkan skala. JFC juga dikenal sebagai franchisee internasional untuk merek Dunkin’ Donuts.

 

sdnws.

LEAVE A REPLY