Begini Respon Indonesia Tentang Boringnya Pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump

0
1107
Donald Trump dan Kim Jo Un di Vietnam pekan lalu.

Jakarta, nawacita – Delapan bulan setelah bersua di Singapura, Kim Jong-un dan Donald Trump menggelar pertemuan kedua di Hanoi, Vietnam. Usai basa-basi, pamer kemesraan, dan makan malam bersama, kedua pemimpin membahas pokok permasalahan: perwujudan denuklirisasi Korut dengan ganjaran pencabutan sanksi atas Pyongyang.

Tapi, sejarah damai gagal tercipta hari itu.

Awalnya, pertemuan diharapkan bisa berujung pada pernyataan berakhirnya Perang Korea yang secara de facto masih berlangsung hingga saat ini. AS dan Korut juga digadang-gadang akan bersepakat untuk mendirikan kantor penghubung di ibu kota masing-masing. Kalaupun sanksi tak dicabut sepenuhnya, setidaknya bakal ada pelonggaran.

Namun, pertemuan keduanya di Vietnam diakhiri secara tiba-tiba. Lebih cepat dari jadwal. Tanpa hasil. Gagal total. Cenderung Boring.

Kedua pemimpin hengkang dari lokasi pertemuan di Sofitel Legend Metropole Hanoi sekitar pukul 13.30 waktu setempat, hanya 4,5 jam setelah pembicaraan dimulai.

Kim dan Trump juga batal makan siang bersama, meski meja-meja telah ditata, hidangan sudah disiapkan. Agenda penandatanganan kesepakatan tak jadi dilakukan.

“Tak ada kesepakatan yang dihasilkan kali ini,” demikian isi pernyataan tertulis Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dikutip dari CNN News. “Namun, tim masing-masing berharap untuk menggelar pertemuan kembali pada masa yang akan datang.”

Tak lama kemudian, Donald Trump menggelar konferensi pers. Miliarder nyentrik itu bersikukuh, pertemuannya dengan Kim berlangsung produktif.

“Kami memiliki waktu yang sangat, sangat produktif,” kata Trump. Namun, ia menambahkan, dirinya dan Menlu AS Mike Pompeo merasa, itu bukan saat yang tepat untuk menandatangani kesepakatan apapun.

Presiden AS itu menambahkan, pembicaraannya dengan Kim Jong-un berakhir karena diktator Korut itu meminta penghapusan semua sanksi AS dan internasional atas negaranya sebagai imbalan atas penutupan sebagian — bukan keseluruhan — fasilitas nuklir milik rezim Pyongyang.

Tak berbuahnya kesepakatan dalam pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un di Vietnam pun menuai respons dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

“Indonesia sambut baik langkah Presiden AS dan pemimpin Korea Utara di Vietnam untuk mengadakan KTT ke-2 pada 27-28 Februari 2019. Tapi menyayangkan tidak adanya kesepakatan dari pertemuan tersebut,” demikian menurut pihak Kemlu dalam pernyataan tertulis yang dikutip dari situs resminya pada Minggu (3/3/2019).

Kendati demikian Indonesia berharap kedua pemimpin tetap berkomitmen untuk mendapatkan kesepakatan bagi tercapainya perdamaian di semenanjung Korea yang bebas senjata nuklir. liputan6/cnn

LEAVE A REPLY