Bantah Politisasi Salat Jumat, BPN Prabowo Singgung Saf Jokowi Dimundurkan

0
336
Andre Rosiade.
Andre Rosiade.

Jakarta,Nawacita – Ketua Takmir Masjid Agung Semarang, KH Hanief Ismail sempat melarang capres Prabowo Subianto tidak mencampur adukkan kegiatan politik dengn salat Jumat di Masjid Agung Semarang. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga pun menegaskan tidak akan ada kegiatan perpolitikan di kegiatan salat Jumat hari ini.

“Saya nggak ingin berprasangka buruk, ini soal miss komunikasi, kami nggak ingin perkeruh suasana, karena besok Insyallah besok Pak Prabowo tetap akan di sana salat Jumat, lalu pihak takmir masjid juga sudah menjelaskan, mereka nggak larang Pak Prabowo, lalu sudah tegas akan menerima Pak Prabowo,” ujar jubir BPN, Andre Rosiade saat dihubungi, Kamis (14/2/2019).

Andre bahkan menyinggung Presiden Joko Widodo, menurutnya Jokowi lah yang sering memasukkan unsur politisasi di setiap salat Jumatnya. Dia juga mengatakan setiap Jokowi salat selalu ada shaf yang sengaja dikosongkan untuk areaa fotografer memotret kegiatannya beribadah, baginya Prabowo bukan tipikal orang yang seperti itu.

“Sekali lagi besok agenda pak Prabowo itu agenda pribadi, hanya datang untuk Salat Jumat tanpa memberikan kata sambutan, baik sebelum atau sesudah salat Jumat. Kedua, pak Prabowo juga nggak akan meminta tempat duduk khusus dan pak Prabwoo juga nggak minta saf dimundurkan agar kameramen bisa mengambil foto pak Prabowo, kan kalau pak Jokowi saf-nya minta dimundurkan tuh, kami tidak melakukan hal itu, jadi nggak ada prasangka itu dan kami ber-husnuzan saja, karena Insyallah masalahnya sudah selesai,” ucapnya

Sebelumnya beredar kabar bahwa KH Hanief Ismail keberatan adanya rencana Prabowo Subianto akan melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Semarang, Jum’at (15/2) besok. Alasannya salat Jumat yang akan diadakan oleh Prabowo itu dinilai mempolitisir ibadah dan memakai masjid untuk kepentingan politik.

Politisasi itu dapat dilihat dari upaya mengerahkan massa dan menyebar pamflet ke masyarakat agar ikut salat Jumat bersama Prabowo Subianto di masjid tersebut. Namun informasi mengenai larangan itu dibantah KH Hanief, dia menegaskan bahwa pihaknya memang keberatan dengan penyebaran pamfet untuk ajakan salat Jumat bersama capres tersebut.

“Kami hanya merasa keberatan adanya pamflet ajakan salat Jumat bersama Prabowo di Masjid Kauman. Artinya keberatan kami salat dijadikan ajang kampanye atau dipolitisasi,” tegas KH Hanief.

 

dtk

LEAVE A REPLY