Akses Kehidupan Tercemar, Bintang Baru PDIP Tergetar Untuk Benahi Tatanan Kehidupan Nelayan

0
372

Sidoarjo,Nawacita.co “Bukan lautan, hanya kolam susu. Kail dan jala untuk menghidupimu. Tiada badai, tiada ombak kau temui”, Itulah sepenggal syair lagu dari koes Plus yang menggambarkan betapa tabahnya dan tangguhnya kehidupan nelayan di Indonesia.

Syair berikutnya “Orang bilang tanah kita, tanah surga”, yang artiya sejahtera. Jika kedua syair tersebut digabungkan akan memiliki arti, ketabahan dan ketangguhan akan membawa kearah yang sejahtera.

Namun, saat ini kehidupan nelayan tidak seperti apa yang digambarkan seperti pada syair lagunya Koes Plus. Kehidupan nelayan saat ini pada umumnya kehidupannya lebih memprihatinkan, meskipun jaman telah berubah.

Hal itu, yang membuat Yuhastihar tergetar hatinya untuk membenahi tatanan kehidupan nelayan di Dusun Gesik kidul, Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, saat berkunjung ke Dusun Gesik Kidul. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya sampah di sungai yang merupakan akses dan sumber kehidupan nelayan disana.

“Bagai mana akan sejahtera, jika sumber kehidupan mereka kondisinya seperti ini”, kata Yuhastihar saat menyelusuri sungai dengan menggunakan perahu nelayan setempat, Rabu (13/02).

Padahal kata Yuhastihar kembali, selain menjadi sumber kehidupan, sungai ini menjadi akses untuk kehidupan mereka. Nelayan disini menggunakan akses sungai ini sebagai sarana untuk menuju maupun kembali dari melaut.

“Jika sampah menumpuk tentunya akan mengganggu perjalanan nelayan saat menuju ke laut maun pulang dari menangkap ikan. Disamping menghambat perjalanan dan tidak sedap dipandang mata, nelayan akan menanggung akibat itu, seperti kebutuhan bahan bakar akan meningkat”, ujarnya.

Saat menyapa warga Dusun Gesik Kidul, Yuhas sapaan akrabnya meminta warga untuk membenahi pola kehidupan mereka dan menjaga kebersihan sungai mapun lingkungan tempat tinggal.

Karena menurutnya, kebersihan berkaitan dengan kesehatan. Jika hal itu tidak bisa dilakukan, maka akan timbul bibit penyakit yang akan mengganggu aktivitas warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Dan jika itu terjadi, nelayan tidak bisa menangkap ikan.

“Akibatnya perekonomian pun akan terganggu”, tuturnya.

Untuk itu lanjut Yuhas, perlu kesadaran kita semua bahwa itu merupakan kebutuhan kita semua untuk menjaga kebersihan.

Yuhas juga mengajak warga untuk selalu berusaha lebih baik lagi, meskipun ada rintangannya.

Yuhastihar merupakan Caleg DPR-RI dari PDIP nomor urut 3 dapil I Jawa Timur I (Surabaya-Sidoarjo)

dny

LEAVE A REPLY