Perludem Minta Jokowi-Prabowo Tidak Main Aman di Debat Capres Kedua

0
352
Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini.
Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini.

Jakarta,Nawacita – Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini berharap Joko Widodo dan Prabowo Subianto tidak bicara isu normatif pada debat capres kedua. Para capres diminta harus fokus pada pendalaman materi debat.

Titi mengatakan tantangan calon yang paling besar di debat kedua adalah menjaga konsistensi agar fokus di visi misi. Selain itu, tidak bicara pada hal normatif atau sekedar bicara isu permukaan juga menjadi tantangan bagi kandidat.

“Saya kira jangan terjebak kepada hanya ingin dapat dukungan, akhirnya biara normatif dan main aman, jangan lagi main narasi sekedar merayu pemilih tetapi kosong secara substansi,” Titi saat diskusi yang bertajuk ‘prioritas sektor energi dan tata kelola SDA dalam visi capres-cawapres’ di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019).

Dari hasil pemahamannya setelah membaca visi-misi kedua capres, Titi menilai masing-masing mencoba menekan isu berbeda. Jokowi-Ma’ruf disebut fokus pada energi dan infrastruktur, sedangkan Prabowo-Sandi fokus pada satu isu yaitu pangan.

Sebab itu, dia meminta para capres saat debat nanti jangan hanya fokus pada isu yang ingin ditekankan di visi misinya saja. Tetapi, harus juga menekankan isu lain juga seperti sumber daya alam dan lingkungan hidup.

“Nah jangan sampai tema debat karena ada 5, karena isunya itu dikenakan di pangan jadi semuanya pangan, apapun isu semuanya pangan. Jadi pasangan calon selain format debatnya sudah diperbaiki, para calon juga harus jaga performanya untuk konsisten dalami 5 tema fokus pada visi misi program,” ucapnya.

Terakhir, dia berharap agar dalam debat kedua nanti para capres bisa menuangkan konsep dan gagasan besar mengenai tema debat yang meliputi pangan, Sumber Daya Alam (SDA), infrastruktur, pangan, dan lingkungan hidup.

“Kita nggak mungkin harap capres paham hal-hal teknis seperti kami, tapi konsep dan gagasan besar itu mereka harus bisa, karena mereka yang mendelegasi tata kelola energi pangan dan infrastruktur ke depan. Jadi konsep itu yang ingin didengar dan kalau bicara operasional lapangan itu yang dikuasai,” pungkasnya.

 

dtk

LEAVE A REPLY