Muazin Masjid di Israel Dipecat Gara-Gara Pakaian di Kontes Binaraga

0
279
Ibrahim al-Masri.
Ibrahim al-Masri.

ACRE, Nawacita – Seorang penyeru azan atau muazin di sebuah masjid di Kota Acre, Israel dipecat dari pekerjaannya setelah sebuah foto dirinya yang mengenakan pakaian terbuka di kontes binaraga beredar di jejaring sosial. Menyusul pemecatannya itu, Ibrahim al-Masri memohon banding agar dia bisa mendapatkan pekerjaannya kembali.

Ibrahim mengatakan bahwa dia kehilangan pekerjaannya sebagai muazin di Masjid Al-Jazzar setelah pejabat lokal Kota Acre menemukan fotonya di kejuaraan binaraga nasional pada 2017.

“Setiap olahraga memiliki jenis pakaian tertentu. Sepak bola punya sendiri, tenis punya sendiri, berenang punya sendiri. Hal yang sama untuk binaraga, ” kata Masri sebagaimana dilansir Reuters, Senin (4/2/2019). Dia merujuk pada celana dalam dengan tali tipis yang biasa digunakan binaraga saat berlaga.

“Saya tidak pernah bermimpi ini akan terjadi. Karena saya tahu bahwa Israel adalah negara demokratis, dan jika seseorang membuat kesalahan, mereka dapat memperbaikinya, ”kata Masri. “Tetapi untuk memperbaiki kesalahan dengan kesalahan lain? Itu tidak benar.”

Sekira 20 persen warga Israel adalah etnis Arab. Masjid dan lembaga keagamaan non-Yahudi lainnya diawasi oleh pejabat lokal yang melapor ke Kementerian Dalam Negeri.

Seorang juru bicara kementerian mengatakan bahwa Masri “diberhentikan sesuai dengan semua aturan” tetapi menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang kasus ini. Masjid menolak untuk berkomentar dan merujuk pertanyaan ke kementerian.

Masri mengatakan keputusan untuk memecatnya diambil oleh seorang pejabat yang melihatnya “sebagai sesuatu yang sangat memalukan bagi seorang pekerja keagamaan untuk ikut kompetisi (binaraga) ini”.

“Ketika mereka membuat keputusan, mereka hanya melihat seragam itu,” katanya. “Mereka tidak melihat orang yang mengenakannya.”

Pria berusia 46 tahun itu telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Acre, sebuah kota di tepi laut Mediterania, melalui panggilan azan yang memanggil umat Muslim untuk ke salat ke masjid dari pengeras suara atau menara masjid.

Dia juga membantu pemuda-pemuda kota untuk meninggalkan kegiatan bermain-main di jalanan dan mulai pergi ke gimnasium dan berolahraga.

“Warga Acre mencintainya. Dia adalah muazin kita, dengan suara yang indah, dan orang yang suka beramal, ”kata Refaat Sha-aban, seorang penduduk Acre dan mantan anggota dewan kota. “Dia adalah contoh bagi semua pemuda di kota kami, dan bagi negara Israel sendiri.”

oknws.

LEAVE A REPLY