Pembangunan Kesehatan dan Pendidkan Jadikan Jawa Timur Makin Sejahtera

0
314

Surabaya, Nawacita.co – Salah satu alasan semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat Jawa Timur karena pembangunan kesehatan dan pendidikan menjadi fokus utama bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya sejak provinsi ini dipimpin oleh Gubernur Dr. H. Soekarwo mulai tahun 2009 hingga 2019.

“Kita tidak bisa berbicara peningkatan kesejahteraan, jika tidak mengurus dua hal, yaitu kesehatan dan pendidikan,” ujar Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo di acara silatuhrami dengan seluruh Pejabat dan Staf di lingkungan Dinas Kesehatan dan RSUD milik Pemprov Jatim di Ruang Hayam Wuruk lantai 8, di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan 110 Surabaya, Rabu (9/1).

Gubernur Jatim yang sering disapa Pakde Karwo ini hadir bersama istri, Ibu Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, M.Si.

Dalam penekanan tersebut, Pakde Karwo menyampaikan tentang pentingnya hal kesehatan dan pendidikan di Jawa Timur. Bahkan, sejak awal dirinya mencalonkan sebagai gubernur, pembangunan pendidikan dan kesehatan menjadi program prioritasnya. Karena itu, setelah terpilih sebagai orang nomor satu di Jatim, dirinya langsung bergerak cepat untuk merealisasikannya.

“Saat mencalonkan diri sebagai gubernur, saya banyak membaca buku tentang kesehatan, isinya tentang promotif dan preventif, seperti pemberantasan malaria. Dari awalnya jadi bahan kampanye, kemudian ini menjadi program utama kami ketika terpilih sebagai gubernur,” katanya.

Gubernur kelahiran Madiun ini menambahkan, berkat fokus mengurus kesehatan dan pendidikan, masyarakat Jatim kian sejahtera. Hal ini dibuktikan dari data BPS, dimana pendapatan per kapita masyarakat Jatim saat ini mencapai Rp. 55,81 juta per tahun, atau naik hampir sebesar 400 persen dari tahun 2008, yang hanya sebesar Rp. 16,8 juta per tahun.

“Ini karena kesehatan dan pendidikan kita bagus, makanya produktivitas bisa meningkat,” tambah gubernur yang gemar menyaksikan wayang kulit ini.

Salah satu yang luar biasa, imbuh Pakde Karwo, adalah pendidikan tentang begitu besarnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi. Salah satu indikatornya adalah Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) nya terkendali, yakni 0,560 atau yang terendah di Indonesia.

“Total Fertility Rate-nya juga hanya 1,91. Jadi bukan dua anak cukup, tapi 1,91 anak cukup. Jadi korelasi positifnya, kaum perempuan di Jatim sangat berpendidikan dan produktif. Ini berkat dua kekuatan besar dalam pembangunan pendidikan dan kesehatan,” imbuhnya.

Makin sejahteranya masyarakat Jatim, lanjut Pakde Karwo, adalah Usia Harapan Hidup (UHH) Jatim yang kini mencapai 71 tahun. Kemudian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim mencapai 70,6. Serta, angka penurunan tingkat kemiskinan yang cukup signifikan, yakni dari 18,61% menjadi 10,85 %.

“Masyarakat Jatim pun kini sangat rasional sekali, tidak terlalu banyak membeli yang diinginkan, tapi membeli yang dibutuhkan. Sehingga inflasi kita rendah sekali, hanya 2,86%,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, istri Gubernur Jatim, Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, M.Si mengatakan, selama dua periode mendampingi Pakde Karwo, dirinya sering berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jatim, maupun RSUD milik Pemprov Jatim.

Koordinasi tersebut sangat berkaitan dengan pembangunan kesehatan, khususnya kaum perempuan.

“Saya sering meminta data terkait kesehatan, sebab tidak cukup hanya pemerintah saja yang turun ke bawah untuk menangani kesehatan.

Khususnya, penanganan gizi buruk, Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan lainnya,” kata Bude Karwo, sapaan akrabnya.

Bude Karwo yang juga merupakan Ketua Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Prov. Jatim ini menambahkan, berkat koordinasi dan sinergi tersebut, AKI dan AKB di Jatim mengalami penurunan yang signifikan.

“Saat pertama kali kami menjabat, AKI masih di angka 104/100.000 kelahiran hidup, sekarang sudah turun menjadi 91,92/100.000 kelahiran hidup. Begitu pula AKB, dari awalnya 31/100.000 kelahiran hidup, sekarang tinggal 23/100.000 kelahiran hidup. Ini berkat teman-teman PKK yang mendapat bekal yang cukup dari paramedis, sehingga bisa mendampingi ibu-ibu yang hamil dengan resko tinggi,” katanya.

Wanita kelahiran Balikpapan ini menambahkan, berkat progress pembangunan kesehatan membuat dirinya dan Pakde Karwo mendapatkan penghargaan tertinggi dari Kementerian Kesehatan RI dalam rangka peningkatan derajat kesehatan. “Jadi maturnuwun, ini semua berkat peran bapak ibu semua,” pujinya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Dr dr Kohar Hari Santoso mengatakan, pihaknya sangat bangga terhadap sosok Pakde Karwo. Menurutnya, dalam sepuluh tahun memimpin Jatim, telah banyak perkembangan di bidang kesehatan, baik secara fisik, maupun non fisik.

“Salah satu yang saya ingat, adalah pesan bapak untuk mendengarkan suara-suara yang tidak terdengar. Alhamdulillah, saat ini sudah banyak masyarakat yang betul-betul merasakan pelayanan kesehatan telah berpihak pada mereka,” katanya.

Dicontohkannya, perkembangan signifikan dapat dilihat di RSUD. Dr. Soetomo Surabaya, dan RSUD. Saiful Anwar Malang. “Dua rumah sakit ini berkembang, baik secara fisik, maupun pendidikan. Jadi bukan hanya masyarakat, tenaga medis yang sekolah pun merasakan perkembangan luar biasa,” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Tjahjono, MM beserta istri, para Asisten Sekdaprov Jatim, dan para pejabat dan staf di lingkungan Dinas Kesehatan dan RSUD milik Pemprov Jatim.

(Dny)

LEAVE A REPLY