Meski Sekolah Terendam Banjir, Pelaksanaan Tryout USBN Tetap Jalan

0
197
SD 3 Jati Wetan Sutopo
SD 3 Jati Wetan Sutopo

Kudus Nawacita – Siswa SD se-Kabupaten Kudus baik negeri maupun swasta mengikuti tryout ujian sekolah berstandar nasioal (USBN) tahap pertama. Sejak kemarin hingga Kamis (31/1). Meski halaman sekolah dan akses jalan ke sejumlah sekolah terendam banjir, siswa kelas VI tetap berangkat sesuai jadwal.

Seperti yang dialami para siswa SDN 3 Jati Wetan. Kepala SDN 3 Jati Wetan Sutopo, mengatakan, kelas VI wajib masuk meski kondisi banjir. Sebab, harus mengikuti tryout. Jumlah siswa yang mengikuti simulasi ujian ada 18 siswa.

”Hanya satu ruang kelas yang kami gunakan. Kalau kondisinya besok masih tinggi, kami koordinasikan ke Disdikpora (Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga) Kudus,” terangnya.

Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Gebog Wahyudi, mengatakan, secara umum pelaksanaan tryout USBN SD terpantau baik. Baik SD di wilayah Rahtawu, dan Menawan, cukup lancar.

”Kami tetap pantau semuanya. Khususnya sekolah-sekolah yang berada di wilayah atas. Setiap kepala sekolah melaporkan kondisi terkini kepada kami. Pelaksanan tryout ini, masih tiga hari lagi, sehingga tetap siaga dan memastikan aman sampai selesai,” terangnya.

Sementara itu, SDN 1 Mlati Norowito Sabari, menuturkan, kondisi lingkungan sekolah yang digenangi air yang hampir naik ke teras, tryout tetap berjalan. Siswa tidak ada yang terlambat.

”Orang tua sudah kami beri sosialisasi jauh-jauh hari kalau hari ini putra-putrinya latihan pertama mengerjakan soal-soal USBN. Guru-guru juga harus sudah berada di sekolah lebih awal, supaya bisa mengkondisikan siswa sebelum masuk ruang kelas,” terangnya.

Sabari menjelaskan, siswanya yang mengikuti ujian berjumlah 38 peserta didik. Menggunakan dua ruangan yang berisi 20 anak dan 18 anak. Tryout pertama yang dikerjakan mata pelajaran bahasa Indonesia.

”Sehari satu mapel dan tryout dilaksanakan sampai Kamis (31/1). Kami juga sedikit waswas kalau hujan tak kunjung reda, halaman sekolah sudah tergenang air, dan sudah satu peres dengan teras,” ungkapnya.

Selain kelas VI, beberapa SD di wilayah yang terdampak banjir terpaksa meliburkan sebagian siswanya. Hal tersebut karena ketinggian air yang merendam sekolah terus meninggi. Hal ini dilakukan bebeberapa sekolah, seperti di SD 3 Jati Wetan, Jati, dan SD 1 Setrokalangan, Kaliwungu. Siswa yang masuk hanya kelas IV hingga VI.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lapangan, ketinggian air di kedua sekolah tersebut, sudah mencapai pinggul orang dewasa. Saat berada di SD 3 Jati Wetan kemarin, terlihat beberapa guru terlihat membersihkan genangan air yang hampir masuk ke ruang kelas. Para siswa juga terlihat tak memakai sepatu, meskipun mereka masih memakai seragam. ”Dua hari lalu sudah banjir, tapi belum setinggi ini. Sekitar setumit. Saat ini  sudah sepinggul,” kata Kepala SD 3 Jati Wetan Sutopo kemarin.

Mulai kemarin, pihaknya memberi kebijakan untuk belajar di rumah bagi siswa kelas I sampai III. Jika memang nanti kondisinya terus naik, kemungkinan siswa lain juga akan diliburkan. ”Tapi kalau kelas VI memang tetap kami suruh masuk. Sebab ini kan sudah mau ujian, sudah mulai tryout. Tapi kalau nanti situasinya reda, kami suruh masuk semua,” jelasnya.

Melihat kondisi ini, pihaknya ingin memudahkan siswanya untuk berangkat ke sekolah. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk antar-jemput siswa. ”Nanti anak-anak pulang pukul 11.00 diantar Satpol PP,” imbuhnya.

jp

LEAVE A REPLY