Soal Makam, Ma’ruf Amin Mengaku Dikalahkan Bang Ali Sadikin

0
245
KH Ma'ruf Amin
KH Ma'ruf Amin

Jakarta,Nawacita – Terbatasnya lahan di wilayah DKI Jakarta memicu pemikiran dari Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin untuk menerapkan sistem pemakaman tumpang. Makam atau kuburan seseorang dalam kurun waktu tertentu dapat diisi lagi oleh jenazah yang lain. Secara prinsip ide ini tak ada yang menentang karena di Arab Saudi hal itu sudah lama dilakukan. Perdebatan hanya terjadi pada kurun waktu berapa sebuah kuburan dapat digali kembali untuk diisi jenazah lain.

Kala itu Bang Ali, begitu sapaan popular Ali Sadikin, kepada DPRD DKI Jakarta mengajukan rentang waktu tiga tahun. Ma’ruf Amin dari Fraksi Partai NU menolak karena menilai terlalu pendek. Dia mengusulkan rentang waktu sembilan tahun.

“Kalau sembilan tahun kan ikatan emosional keluarga dengan orang yang meninggal sudah lebih longgar,” kata Ma’ruf dalam Blak-blakan yang tayang di detik.com pada Senin dan Selasa (13/11/2018) ini.

Karena tak tercapai kata sepakat, Bang Ali membuat manuver di media massa. Kepada pers dia menyatakan akan membuat kebijakan agar jenazah warga DKI dibakar saja untuk menghemat lahan. Keruan saja pernyataan ini menimbulkan kepanikan di kalangan para ulama. Mereka menyesalkan ide tersebut dan menilainya sebagai tidak patut. “Kenapa harus dibakar, setelah setahun pun boleh kok makam itu diisi oleh jenazah lain,” begitu respons sejumlah ulama kepada media massa.

Kemudian Bang Ali menyodorkan koran itu kepada Ma’ruf seraya berucap, “Ini para ulama bilang cukup setahun, masak saya usul tiga tahun gak boleh,” ujar Ma’ruf menirukan kalimat Bang Ali.

Padahal, dia melanjutkan, dirinya pun sebetulnya tak hendak bertahan di angka 9 tahun, tapi 6 tahun sebagai titik tengah. “Tapi karena para ulama sudah terpengaruh bluffing (gertakan) Bang Ali, ya saya terpaksa kalah,” kata Ma’ruf mengisahkan dinamika perjalanan karirnya sebagai politisi di DKI dengan Ali Sadikin.

Ia memuji konsistensi Bang Ali terkait kebijakan pemakaman tumpuk ini. Sebab saat meninggal, jenazahnya pun dimakamkan secara tumpang di makam istrinya, Nani Sadikin, di Tanah Kusir pada 21 Mei 2008. Ali Sadikin meninggal dalam usia 81 tahun, setelah sebelumnya dirawat selama sebulan di rumah sakit Gleneagles, Singapura, karena menderita komplikasi liver dan paru.

dtk

LEAVE A REPLY