Kunjungi Kabupaten di Sulteng, Mentan: Panennya Tiada Henti

0
410
Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP
Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP

Jakarta,Nawacita – Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Bupati Parigi Moutong Syamsurizal Tambolotutu melakukan panen raya padi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng). Panen raya secara simbolis dipusatkan di Desa Palapi, Kecamatan Kasimbar seluas 420 hektare.

Adapun luas sawah padi di Kabupaten Parigi Moutong mencapai 32 ribu hektare. Amran menegaskan panen raya padi ini membuktikan musim panen padi di Indonesia tidak pernah berhenti. Pasalnya, Indonesia memiliki beberapa daerah agroklimat yang unik, salah satunya Kabupaten Parigi Moutong.

“Ada sesuatu yang unik di Parigi Moutong. Agroklimat tidak pernah kering. Jadi ada air terus. Kami baru pulang dari Taiwan, Vietnam petaninya kaya. Coba lihat negara lain hanya diberikan cahaya 6 bulan, tapi hasil pertanianya bisa ekspor. Tapi di sini (Parigi Moutong) petaninya pun hebat. Habis panen langsung tanam, bisa penuhi beras ke kabupaten tetangga bahkan ke Papua,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Kamis (1/11/2018)

Amran mengatakan untuk meningkatkan motivasi petani dan produksi di Sulteng khususnya Kabupaten Parigi Moutong, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan secara gratis kepada petani dan terus mendorong kemajuan pertanian sesuai dengan keunggulan komparatif daerah yang ada saat ini.

“Bantuan yang kami berikan sangat komplit sesuai kebutuhan petani. Kami bantu benih padi, jagung, alat mesin pertanian seperti escavator, traktor roda empat, combine harvester. Kami pun memberikan bantuan benih perkebunan seperti kelapa, kakao, cengkeh, kopi, dan pala. Semua bantuan ini gratis untuk petani,” sebutnya.

Adapun dalam panen raya padi ini besar bantuan yang diberikan Kementan yakni benih padi 1 ton, jagung 300 kg, benih perkebunan untuk Provinsi Sulteng 1,7 juta batang, benih perkebunan 500 ribu batang untuk Parigi Moutong.

Selain itu Kementan pun memberikan bantuan berupa traktor roda 4 sebanyak 4 unit, eskavator besar 1 unit, dan alat pengering padi (dryer) 1 unit.

“Potensi pertanian di Parigi Moutong ini luar biasa. Kabupaten ini bisa menjadi lumbung pangan Sulteng. Selain padi, kita juga kembangkan bawang putih seluas 100 hektare,” katanya.

Sementara itu Bupati Parigi Moutong Syamsurizal Tambolotutu mengatakan walaupun Sulteng sedang mengalami bencana gempa dan tsunami, tetapi Kabupaten Parigi Moutong tetap melakukan panen raya padi. Menurutnya panen padi di Parigi Moutong berlangsung terus menerus karena air tersedia sepanjang musim, sehingga setelah panen langsung dilakukan tanam.

“Hari ini kita buktikan, Parigi Moutong produksi berasnya bisa dipenuhi sendiri bahkan surplus. Habis panen petani lanjut tanam. Jadi panen tiada henti di sini,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Provinsi Pertanian Sulteng, realisasi tanam padi Oktober-Maret 2018 di Kabupaten Parigi Moutong per tanggal 31 Oktober seluas 5.062 hektare. Sementara realisasi tanam padi di Provinsi Sulteng seluas 12.987 hektare.

Selain Parigi Moutong, Kabupaten di Sulteng yang saat ini sedang melalukan panen padi yakni Luwuk dan Touna serta baru-baru ini Kabupaten Sigi telah selesai panen dan langsung melakukan tanam.

Sebagai informasi, panen raya ini juga turut dihadiri Direktur Budidaya Ternak Sugiono, Direktur Bibit Perkebunan Muhammad Anas, dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulteng Trie Iriani Lamakampali.

dtk

LEAVE A REPLY