Jawa Barat Jadi Sekolah Pertama yang Buka Jurusan Kopi

0
809

Nawacita – Pemerintah menjadikan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK PPN) Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat, sebagai bagian proyek percontohan sekolah dengan jurusan kopi.

Hal ini menjadikan SMK PPN sebagai satu-satunya sekolah di Jawa Barat, bahkan di Indonesia, yang pertama kali menerapkan jurusan kopi.

Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian didampingi oleh Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat dan Erwan Setiawan Wakil Bupati Sumedang meresmikan jurusan kopi di SMK PPN Tanjung Sari pada Senin (24/9/2018) lalu.

Darmin mengatakan, implementasi proyek percontohan jurusan kopi di sekolah menengah kejuruan merupakan bagian dari peta jalan kebijakan pengembangan vokasi di Indonesia tahun 2017-2025, selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi.

Ia melihat SMK PPN Tanjung Sari memiliki dasar dan kualitas dalam pengelolaan kopi sejak zaman Belanda, karena sekolah tersebut sudah ada dari tahun 1914.

“Ironis kalau Indonesia tidak punya sekolah kopi yang komprehensif dari hulu sampai hilir. Oleh sebab itu, kami memberanikan diri dan atas izin Mendikbud untuk melakukan pilot project sekolah kopi di SMK PPN ini,” katanya.

Darmin mengatakan, industri kopi terbesar di dunia lahir di Indonesia, tepatnya di Jawa Barat yang dikenal dengan produksi kopi Gunung Malabar. Pada masa lalu, kopi Malabar dibawa ke Belanda kemudian disebar di daratan Amerika Latin.

“Seharusnya industri kopi kita lebih berkembang dan maju dari mereka,” ujarnya.

Setelah proyek percontohan jurusan kopi di sekolah menengah kejuruan itu, ia menjelaskan, mulai awal 2019 pemerintah akan memperbanyak SMK yang memiliki jurusan kopi sehingga minimal ada satu sekolah di tiap kota.

“Jadi ini adalah upaya kita mempersiapkan percontohan untuk diperbanyak di tahun depan. Anggaran sudah disiapkan di APBN untuk diterapkan di seluruh Indonesia,” katanya.

Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat sepakat program keahlian di SMK harus relevan dengan perkembangan saat ini.

“Saya setuju SMK harus relevan dengan ekonomi baru, sekarang lagi tren di seluruh dunia adalah ekonomi kopi,” kata Gubernur yang akrab disapa Emil itu.

Sebagai daerah penghasil kopi terbaik di dunia, ia mengatakan, Jawa Barat harus memiliki sumber daya manusia andal di bidang industri kopi.

Pemerintah Jawa Barat berencana membuka jurusan kopi di sekolah-sekolah menengah kejuruan yang ada di seluruh wilayahnya.

“Masa Jabar tidak melahirkan lulusan-lulusan yang ahli tentang industri kopi. Jadi, saya dukung dan akan masif kan di seluruh Jabar program ini,” ujarnya seperti dilansir Antara.

Dia menjelaskan bahwa upaya-upaya untuk menjadikan Jawa Barat sebagai produsen kopi terbesar di dunia sudah dilakukan sejak tahun 2014, antara lain melalui pembagian 10 juta benih kopi unggulan bersertifikat kepada petani dan penyaluran satu juta pohon kopi kepada 61 kelompok tani di enam kabupaten.

Selanjutnya, menurut dia, pada 2015 dan 2016 dilakukan penyaluran empat juta benih kopi dan pada 2017 dibagikan lima juta benih kopi.

“Lima tahun kedepan, yaitu 2018-2023, direncanakan akan kembali mendistribusikan 23,5 juta (benih) kopi, disebar ke seluruh Jabar,” pungkasnya.

ssby

LEAVE A REPLY