Temui PSK Blok M, Empat Atlit Asean Games Jepang Minta Maaf

0
567
Atlit Jepang yang bertanding di ASEAN GAMES minta Maaf.

Jakarta, Nawacita – Empat pemain basket Jepang dalam ajang Asian Games 2018 diduga menggunakan layanan PSK di Jakarta. Keempatnya — Keita Imamura (22), Takuma Sato (23), Takuya Hashimoto (23), dan Yuya Nagayoshi (27) — telah melanggar aturan Komisi Olimpiade Jepang.

Maka dari itu, seperti dilansir Tribun-Video.com dari Tribunnews.com, Selasa (21/8/2018), mereka tak boleh ikut Olimpiade 2020 mendatang.

Selain itu, nama mereka juga harus dihapus dari daftar pemain basket nasional Jepang.

Empat atlet tersebut kemudian dipulangkan pada Minggu (19/8/2018) dan tiba di bandara Narita keesokan harinya.

Pada Senin (20/8/2018) sekitar pukul 20.00 waktu setempat, mereka meminta maaf dalam jumpa pers di Tokyo.

“Kami minta maaf sedalam-dalamnya atas kejadian ini. Tak disangka, kami, yang membawa bendera Jepang di acara Asian Games, justru mencorengnya gara-gara kasus ini. Oleh karena itu, kami minta maaf sedalam-dalamnya atas kejadian ini kepada seluruh masyarakat Jepang,” ucap Ketua Asosiasi Basket Jepang Yoko Mitsuya dalam jumpa pers bersama empat pemain tersebut.

Tak hanya meminta maaf, empat atlet dalam jumpa pers juga menceritakan kronologi kejadian yang menurut mereka berlangsung pada Kamis (16/8/2018) itu.

Nagayoshi, satu di antara pemain basket yang terlibat dalam kasus ini, mengaku tidak bermaksud menyewa PSK sebelum kejadian.

Awalnya mereka baru saja selesai makan malam di Blok M Jakarta. Lalu datang seorang wanita menawarkan diri.

“Setelah kita ke luar restoran Jepang di sana, seorang wanita menegur, menawarkan diri. Lalu datang pula satu orang Jepang yang membantu melakukan negosiasi harga, dan akhirnya kita bawa ke hotel wanita tersebut,” ungkap Nagayoshi.

Sementara Hashimoto, pemain lainnnya, mengaku mempunyai perasaan tak enak saat itu.

“Saya punya perasaan tidak enak, sebenarnya tak boleh dilakukan, apalagi pakai seragam tim Jepang. Jadi kita minta maaf sedalamnya akan kejadian ini,” ungkapnya.

Peristiwa itu rupanya mencuat ke publik ketika seorang wartawan Jepang memergoki mereka menawar PSK dan menjadikannya berita.

Beberapa warga Jepang pun menyayangkan tindakan wartawan tersebut.

“Semua juga main cewek pasti lah, lalu kenapa wartawan itu menuliskan berita. Kan berarti dia juga ada di sana, main cewek juga mungkin. Kenapa sih lapor-lapor hal seperti itu, kan jadi membuat malu sendiri bagi orang Jepang,” ungkap Tanaka, seorang warga Jepang kepada Tribunnews.com Selasa (21/8/2018).

Sebelumnya, Presiden Japan Top League, yang juga merupakan penasihat Asosiasi Bola Basket Jepang Saburo Kawabuchi menyampaikan permohonan maafnya.

“Ini merupakan skandal besar yang sulit dimaafkan, meski aku memaafkan sekalipun. Kami sangat menyesalkan kejadian tak terduga ini,” tulis Saburo di akun Twitter-nya, @jtl_President, Minggu (19/8/2018).

Dirinya juga mengungkapkan sanksi yang akan diberikan pada empat atlet tersebut.

“Keempatnya akan diberi sanksi sosial yang berat untuk jangka panjang mulai sekarang. Kami memiliki tanggung jawab dan kewajiban terhadap reintegrasi untuk keempat orang itu,” lanjutnya. tribunvideo

LEAVE A REPLY